Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Akhir Pekan, Indeks Syariah Justru Melemah.
Dream - Indeks acuan saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir bulan Maret 2017 di zona merah. Aksi jual jelang penutupan, menyeret Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) turun tajam.
Berkurangnya aksi beli pemodal asing ikut menekan laju ISSI dan JII yang sempat melaju ke zona positif.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat, 31 Maret 2017, indeks ISSI bergerak lemah 0,401 poin (0,22%) ke level 180,492. Walaupun sempat dibuka menguat dan menyentuh angka tertinggi 181,061, minimnya sentimen positif tidak mampu mempertahankan kinerja indeks ISSI.
Indeks keping biru syariah, JII bergerak tak jauh berbeda. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terkoreksi 4,145 poin (0,57%) ke level 718,350. Indeks ini sempat menyentuh level tertinggi 723,551.
Transaksi perdagangan saham syariah sebetulnya mengalami sedikit kenaikan. Dengan 78,75 juta saham yang berpindahtangan, perputaran uang pada saham-saham syariah mencapai Rp 5,22 triliun.
Asing masih mencatat aksi beli bersih meski dengan nilai yang semakin berkurang. Nett buy asing pada saham ISSI mencapai Rp 120 miliar.
Secara keseluruhan, indeks sektoral memang dilanda pelemahan. Koreksi tertinggi terjadi di indeks barang konsumsi yang mencapai 1,25 persen. Diikuti manufaktur 0,83 persen, dan perdagangan 0,61 persen.
Hanya ada tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu indeks pertanian 0,51 persen, indeks properti 0,61, dan industri dasar 0,17 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang menjadi favorit investor hari ini adalah PTBA yang harga sahamnya naik Rp275, SMGR Rp150, INCO Rp90, LPPF Fp50, dan BSDE Rp25.
Sebaliknya, emiten-emiten keping biru syariah top losernya adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.350, UNFR Rp375, AALI Rp250, ICBP Rp100, ADRO Rp70.
Dari pasar uang, rupiah melemah terhadap dolar AS pada penutupan hari ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 4 poin (0,03%) ke level Rp13.320 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya