Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
© MEN
Dream - X, platform jejaring sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dikabarkan akan melakukan perubahan radikal untuk penggunanya. Perusahaan milik Elon Musk itu bakal menghadirkan fitur pengenalan panggilan video.
Menurut sebuah laporan, Linda Yaccarino, CEO X, mengonfirmasi perkembangan menarik ini selama wawancara TV pertamanya sejak menjadi CEO.
“ Anda akan segera dapat melakukan panggilan obrolan video tanpa harus memberikan nomor telepon Anda kepada siapa pun di platform ini,” kata Yaccarino kepada Sara Eisen dari CNBC, dikutip dari Technext.
Menurut Linda, langkah ini diperlukan sebagai bagian penting dalam upaya evolusi platform X menjadi apa yang dia sebut sebagai " aplikasi segalanya" .
Wawancara Yaccarino dengan Sara Eisen menjelaskan masa depan X, di mana panggilan video akan memainkan peran integral.
Fitur baru ini siap untuk mendefinisikan kembali interaksi sosial, memungkinkan pengguna untuk terlibat secara langsung tanpa membocorkan nomor telepon pribadi kepada orang lain di platform.
Belum dipastikan bagaimana fitur panggilan video ini akan beroperasi dan apakah itu hanya untuk pelanggan Twitter Blue atau apakah akan ada batasan untuk pengguna gratis.
Meskipun informasi konkret belum dibagikan tentang fitur ini, sekarang menjadi tanda yang sangat jelas bahwa kemampuan panggilan video dan telepon sedang dikembangkan secara aktif.
Dream - Keputusan Elon Musk mengubah logo Twitter menjadi X sejak 24 Juli 2023 mengejutkan banyak pihak. Pasalnya media sosial Twitter sudah khas dengan gambar burung dan berwarna biru.
Sekarang, baik dari logo hingga nama Twitter di aplikasi, semuanya bertuliskan X dan warna hitam. Tak hanya itu, Elon Musk juga semakin mantap mengubah Twitter menjadi X sepenuhnya, kabarnya dia sudah mengubah logo Twitter di perusahaan pusat-nya di San Fransisco menjadi logo X.
Namun ternyata, sebelum Twitter ada berbagai perusahaan teknologi dunia yang telah merubah nama, berikut daftarnya:
X.com Jadi PayPal
Elon Musk juga mendirikan layanan pembayaran online bernama X.com pada 1999. Musk pun sempat menjadi CEO X.com pada Mei 2000.
Peter Thiel pun bergabung setahun setelahnya. Kemudian X.com dan PayPal merger dan terbentuk nama menjadi PayPal. PayPal sendiri sebelumnya merupakan layanan split bill.
Facebook Jadi Meta
Mark Zuckerberg pendiri Facebook memutuskan untuk mengganti perusahaan induknya menjadi Meta pada 2021. Namun Meta tetap mempertahan media sosial Facebook hingga kini.
Meta juga membawahi beberapa platform media sosial seperti Instagram, WhatsApp, hingga Threads.
Burbn Jadi Instagram
Tak banyak yang tahu bahwa Instagram dulu namanya berbeda. Instagram buatan Kevin Systorm itu diberi nama Burbn yang terinspirasi dari nama whiskey.
Burbn pun fokus menjadi platform berbagi foto dan dirubah namanya menjadi Instagram yang merupakan kata gabungan dari 'Instant' dan Telegram. Hingga pada 2012, Instagram dibeli Facebook dengan nilai US$1 miliar.
Cadabra Jadi Amazon
Jeff Bezos telah mendirikan toko online sejak 1994, saat internet baru pertama booming. Dia memiliki ide untuk menamai toko online-nya dengan Cadabra yang terinspirasi dari 'abracadabra'.
Namun pengacara Bezos justru menilai nama itu terlalu absurd dan terdengar seperti 'Cadaver'. Hingga Besoz dan istrinya mencari nama di kamus dengan urutan alphabet 'A' dan terciptalah nama Amazon yang terinspirasi dari nama sungai terbesar di dunia.
Google Jadi Alphabet
Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada 1996. Nama Google pun menjadi sangat familiar. Namun Google mengganti nama perusahaan induknya menjadi Aplphabet pada 2015.
Kendati demikian, Google tetap mempertahankan namanya untuk layanan mesin pencari beserta turunannya.
Sumber: Business Insider
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A