Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dalam memeringati Hari Oeang ke-69 yang jatuh pada tanggal 30 Oktober 2015, kemarin, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memberikan beberapa pandangannya terkait kondisi mata uang RI, rupiah saat ini dan perekonomian RI secara menyeluruh.
Hal ini disampaikan Bambang dalam upacara peringatan Hari Oeang ke-69 di lingkungan Kementerian Keuangan, hari ini, Sabtu, 31 Oktober 2015.
Menurut Bambang, peringatan Hari Oeang merupakan momen yang kembali mengingatkan pada sejarah dan rasa patriotisme para pahlawan dalam menciptakan suatu alat bayar yang sekaligus menjadi alat pemersatu bangsa.
" Kini rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mata uang kebanggaan masyarakat Indonesia ini telah mengiringi perjalanan bangsa Indonesia selama puluhan tahun," ujar Bambang.
Namun, Bambang mengakui bahwa rupiah saat ini belum berada dalam performa terbaiknya. Dalam beberapa tahun terakhir rupiah menunjukkan kecenderungan pelemahan akibat tekanan eksternal dan domestik.
Bambang menambahkan perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global yang sedang terjadi tetap membutuhkan kewaspadaan. Kementerian Keuangan pun, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk fokus membuat kebijakan untuk ikut menjaga rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.
" Untuk itu, pada kesempatan ini, saya ingin menghimbau kepada seluruh jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan untuk ikut menjaga rupiah," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bambang juga menyerukan semangat mempercepat pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Hal ini guna mewujudkan upaya pemerintah meningkatkan pembangunan daerah, mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran, serta menyediakan akses yang sama bagi masyarakat.
" Beberapa waktu terakhir, pemerintah telah mengeluarkan serangkaian paket kebijakan ekonomi untuk menangani situasi perekonomian nasional saat ini. Segala ikhtiar pemerintah tersebut tentunya membutuhkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya