Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
Ketum AASI Tayang Nur Hidayat (Dream.co.id/Okti Nur Alifia)
Dream - Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Tatang Nurhidayat mengungkapkan industri asuransi syariah secara umum menunjukan kinerja positif sepanjang tahun 2022. Pencapaian ini cukup baik mengingat perekonomian yang penuh tantangan serta munculnya isu resesi global.
Kinerja positif salah satunya dicapai dalam hal pencapaian investasi yang dilakukan industri asuransi syariah.
Merujuk data industri asuransi syariah per kuartal III-2022, asuransi syariah memiliki nilai investasi hingga Rp36,90 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021.
Dari alokasi dana tersebut, industri asuransi syariah mendapatkan hasil investasi hingga Rp936 miliar.
" Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 6.858,81% dari bulan September triwulan III 2021," ungkap Tatang dalam sambutan peluncuran Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah Indonesia di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2022.
Pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) itu investasi industri asuransi syariah Indonesia kebanyakan ditempatkan dalam dua instrumen besar.
Porsi terbesar berasal dari investasi saham syariah dengan penempatan dana mencapai Rp10,63 triliun atau 28,80 persen dari total investasi.
Menyusul penampatan dana dalam bentuk surat berharga syariah negara dengan proporsi mencapai 23,37 persen senilai Rp8,62 triliun.
" Untuk ke depan kita sama-sama berdoa, semoga kinerja baik ini dapat terjaga dan terus mengalami peningkatan seperti tahun-tahun sebelumnya," ungkap Tatang.
Upaya untuk memajukan industri asuransi syariah khususnya asuransi jiwa syariah, tersebut mulai digagas AASI dengan meluncurkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah. Dokumen cetak bitu ini akan menjadi panduan dalam mengembangkan, memberdayakan, dan mengatasi berbagai kendala dalam industri asuransi jiwa syariah di Indonesia.
Menurut Tatang, Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah ini diluncurkan dalam rangka memetakan jalur yang jelas bagi industri asuransi jiwa syariah di Indonesia.
Dokumen cetak biru tersebut berisi data dan tulisan yang diharapkan dapat memberikan masukan dan pencerahan kepada setiap pembaca akan perkembangan dan arah pertumbuhan asuransi jiwa syariah ke depan terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui pemaparan berbagai capaian yang telah diraih," jelasnya.
l
Seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan dokumen tersebut untuk mengakselerasi kemajuan asuransi jiwa syariah melalui peranannya masing-masing, agar makin banyak masyarakat Indonesia yang terlindungi.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang “ Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah”, Sahabat Dream dapat melihatnya melalui www.aasi.or.id atau www.salingtolong.id.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas