Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Perkembangan dunia teknologi yang cepat membuka peluang bisnis yang tak terbatas. Selain penjualan e-commerce, bisnis yang memanfaatkan teknologi mulai bermunculan.
Usai booming ojek online yang semakin diminati masyarakat Indonesia, sebuah aplikasi mencoba peruntungannya di Indonesia.
Memanfaatkan sulitnya mendapatkan tempat parkir di ibukota, sebuah perusahan rintisan baru, Startup, dibentuk dengan aplikasi bernama PARKIRAN.
Mengutip keterangan tertulis yang diterima Dream, startup ini lahir melihat fenomena jumlah kendaraan yang meningkat pesat dan lahan parkir yang terbatas. Pesatnya pertumbuhan ojek dan taksi online juga membuat bertambahnya areal parkir liar.
Beragam solusi telah dibuat pemerintah dengan membagi zona parkir beragam tarif, hingga tindakan tegas bagi para pelanggar parkir di jalanan mulai dari cabut pentil, derek, bahkan angkut kendaraan oleh dinas perhubungan setempat.
Dengan pertimbangan tersebut, startup ini berharap bisa menyediakan tempat parkir yang aman dan nyaman. Pengelola aplikasi ini mengklaim menawarkan fitur asuransi, harga parkir yang jelas, serta kemudahan pembayaran.
Bagi masyarakat yang memiliki lahan kosong dan memanfaatkannya untuk areal parkiran bisa menjadi mitra sekaligus mendapatkan nilai tambah dari asetnya itu.
" Kami pun mengedukasi mereka untuk memberikan fasilitas tambahan seperti toilet, musholla, warung makan, wifi gratis, cucian motor dan helm agar memiliki nilai tambah bagi calon pengguna jasa layanan parkir," kata CEO & Founder PARKIRAN, Hatta Afkar.
Saat ini, PARKIRAN mengaku sudah memiliki 25 mitra yang tersebar di Jabodetabek dan 15 diantaranya sudah online. Dari mitra tersebut, PARKIRAN telah mendapat jatah 25 persen dari rata-rata kapasitas 100 untuk motor dan rata-rata lima untuk mobil yang disediakan mitra.
Ke depannya, PARKIRAN menargetkan bisa memperluas mitra parkir dengan target 25 parkiran baru tiap bulannya.
“ Untuk jatah parkir, saya ingin mengubah pola berpikir masyarakat yang tadinya konvensional bisa meningkatkan pendapatannya dengan pendekatan digital lewat aplikasi ini,” sambung Hatta.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya