Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IHSG Dibuka Loyo, Indeks Syariah Justru Menguat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 11 Juni 2014 09:32
IHSG Dibuka Loyo, Indeks Syariah Justru Menguat
Pada pembukaan perdagangan saham, IHSG dibuka melemah 3,36 poin (0,07%) ke level 4.942,72. Sementara indeks ISSI dan JII justru mengawali transaksi di zona hijau.

Dream - Indeks saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan saham Rabu, 11 Juni 2014 di zona positif. Langkah ini lebih baik dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru dibuka di zona merah.

Aksi ambil untung pelaku pasar di awal perdagangan tampaknya menarik IHSG masuk zona hijau. Transaksi kali ini sekaligus menjadi pembuktian ada tidaknya Jokowi Effect jilid II.

Pada pembukaan perdagangan saham, IHSG dibuka melemah 3,36 poin (0,07%) ke level 4.942,72. Namun tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk masuk zona hijau. Hingga perdagangan pukul 09.18 WB, IHSG telah menguat 8,6 poin ke level 4.954.

Pemodal asing tampaknya masih melakukan aksi beli saham di pasar modal Indonesia. Pada sesi pembukaan, asing mencetak nett buy sekitar Rp 2 miliar.

Berbeda dengan IHSG yang harus melemah dahulu, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) justru mengawali perdagangan di zona hijau. ISSI dibuka menguat di level 162,86.

Hingga perdagangan pukul 9.21 WIB, transaksi perdagangan saham syariah telah mencapai 2,44 miliar dengan nilai Rp 352 miliar. Sebanyak 81 emiten bergerak di zona hijau sementara 24 lainnya mencetak koreksi harga.

Hal yang sama terjadi pada indeks saham blueships syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Berbeda dengan ISSI yang nyaman di zona hijau, indeks JII justru sempat terpeleset masuk zona merah.

Indeks JII dibuka menguat di level 669,96 disokong oleh banyaknya emiten bluechips syariah yang bergerak menguat.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menilai penguatan IHSG dan kembali masuknya asing usai Debat Capres menimbulkan pertanyaan baru di kalangan pelaku pasar.

" Dengan posisi Pilpres yang masih jauh dan Piala Dunia yang kian mendekat, pada hari ini sepertinya pasar akan melihat apakah kenaikan yang terjadi kemarin adalah awal dari Rally Pilpres atau sekadar Jokowi Effect yang sudah bakal berakhir dalam 1-2 hari kedepan," ujarnya.

Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin, arus balik dana asing sebesar Rp 346,13 miliar telah berhasil membuat IHSG menembus resisten pertama di 4925. Pemodal asing ini terlihat melakukan aksi beli, setelah melihat hasil dari debat Capres yang berlangsung malam sebelumnya.

" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4920 - 4958. Penutupan dibawah suport 4920 bakal kembali memunculkan trend turun jangka pendek pada IHSG," katanya.

Volume perdagangan yang mengering menjelang Piala Dunia, sepertinya membuat IHSG sulit untuk bergerak. Di sisi lain, sentimen pemilu juga terlihat masih meragukan sehingga pemodal sebaiknya ekstra hati-hati dalam melakukan positioning jangka pendek. (Ism)

Beri Komentar