Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Indeks saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan saham Rabu, 11 Juni 2014 di zona positif. Langkah ini lebih baik dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru dibuka di zona merah.
Aksi ambil untung pelaku pasar di awal perdagangan tampaknya menarik IHSG masuk zona hijau. Transaksi kali ini sekaligus menjadi pembuktian ada tidaknya Jokowi Effect jilid II.
Pada pembukaan perdagangan saham, IHSG dibuka melemah 3,36 poin (0,07%) ke level 4.942,72. Namun tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk masuk zona hijau. Hingga perdagangan pukul 09.18 WB, IHSG telah menguat 8,6 poin ke level 4.954.
Pemodal asing tampaknya masih melakukan aksi beli saham di pasar modal Indonesia. Pada sesi pembukaan, asing mencetak nett buy sekitar Rp 2 miliar.
Berbeda dengan IHSG yang harus melemah dahulu, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) justru mengawali perdagangan di zona hijau. ISSI dibuka menguat di level 162,86.
Hingga perdagangan pukul 9.21 WIB, transaksi perdagangan saham syariah telah mencapai 2,44 miliar dengan nilai Rp 352 miliar. Sebanyak 81 emiten bergerak di zona hijau sementara 24 lainnya mencetak koreksi harga.
Hal yang sama terjadi pada indeks saham blueships syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Berbeda dengan ISSI yang nyaman di zona hijau, indeks JII justru sempat terpeleset masuk zona merah.
Indeks JII dibuka menguat di level 669,96 disokong oleh banyaknya emiten bluechips syariah yang bergerak menguat.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menilai penguatan IHSG dan kembali masuknya asing usai Debat Capres menimbulkan pertanyaan baru di kalangan pelaku pasar.
" Dengan posisi Pilpres yang masih jauh dan Piala Dunia yang kian mendekat, pada hari ini sepertinya pasar akan melihat apakah kenaikan yang terjadi kemarin adalah awal dari Rally Pilpres atau sekadar Jokowi Effect yang sudah bakal berakhir dalam 1-2 hari kedepan," ujarnya.
Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin, arus balik dana asing sebesar Rp 346,13 miliar telah berhasil membuat IHSG menembus resisten pertama di 4925. Pemodal asing ini terlihat melakukan aksi beli, setelah melihat hasil dari debat Capres yang berlangsung malam sebelumnya.
" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4920 - 4958. Penutupan dibawah suport 4920 bakal kembali memunculkan trend turun jangka pendek pada IHSG," katanya.
Volume perdagangan yang mengering menjelang Piala Dunia, sepertinya membuat IHSG sulit untuk bergerak. Di sisi lain, sentimen pemilu juga terlihat masih meragukan sehingga pemodal sebaiknya ekstra hati-hati dalam melakukan positioning jangka pendek. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya