Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Bertahan Di Zona Hijau.
Dream - Bursa saham Indonesia kebanjiran dana asing. Aksi beli asing yang berlangsung sejak kemarin mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level 6.000.
Sentimen positif nett buy asing dan melantainya pemodal lokal mendorong laju tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ke zona positif.
Dikutip dari data perdagangan BEI, Rabu 1 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali ke jalur hijau dengan menanjak 3,102 poin (1,75%) ke level 179,853. Sejak dibuka menguat di level 177,242, ISSI terus melaju di zona hijau dan menyentuh level tertinggi di 179,889.
Menguatnya sebagianI besar harga saham bluechips juga mendorong ndeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat. Indek JII naik 15,538 poin (2,37%) ke level 670,582 poin.
Sementara saudara JII, Indeks JII70 ditutup menguat 5,021 poin (2,29%) ke level 223,857.
Secara keseluruhan, aksi beli investor mendorong 173 saham syariah bergerak naik. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan tercatat 58,68 miliar lembar saham syariah beralh tangan dengan nilai transaksi Rp5,16 triliun.
Aksi beli asing juga dirasakan saham-saham bluechips syariah. Nett buy asing pada saham syariah mencapai Rp104 miliar, turun signifikan dari perdagangan kemarin.
Semua indeks sektoral menghijau. Investor gemar bermain saham di sektor industri aneka, industri dasar, dan keuangan. Masing-masing indeks ini menguat 3,84 persen, 2,97 persen, dan 2,34 persen.
Emiten bluechip pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya melesat Rp1.475, SMGR Rp1.025, INTP Rp775, ITMG Rp750, dan UNTR Rp725.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah LPPF yang harga sahamnya turun Rp75, PTPP Rp30, EXCL Rp20, TLKM Rp20, dan WSKT Rp10.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS malah loyo. Rupiah justru melemah 49 poin (0,34%) ke level Rp14.452 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya