Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Sama-sama Rontok Hari Ini, Senin 14 Mei 2018.
Dream - Bursa saham Indonesia mengalami tekanan aksi jual di perdagangan awal pekan, Senin, 14 Mei 2018. Sempat terguncang oleh sentimen rentetan bom di Surabaya, sejumlah indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan dengan koreksi tipis.
Pelemahan juga melanda bursa saham syariah yang sudah dibuka melemah sejak awal perdagangan. Berkurangnya aksi jual pemodal lokal memaksa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Dikutip dari papan perdagangan BEI, indeks ISSI turun 0,660 poin (0,37%) ke level 176,942. Indeks syariah terseret ke zona merah setelah dibuka memerah di level 176,733 dan sempat terhempas di titik terendah di 174,836.
Tekanan jual yang melanda 21 emiten bluechips syariah juga mendorong JII kembali ke zona merah. Indeks bluechip syariah JII terkoreksi 4,029 poin (0,59%) ke level 679,108.
Meski diwarnai isu bom Surabaya, pelaku pasar tak ikut terteror aksi para pengebom. transaksi perdagangan saham syariah relatif bergerak normal bahkan mencatat kenaikan nilai transaksi perdagangan.
Hingga sesi paskapenutupan perdagangan, sebanyak 47,47 miliar saham syariah ditransaksi pelaku pasar dengan dana bergulir Rp4,67 triliun, lebih tinggi dari akhir pekan lalu Rp4,46 triliun.
Pemodal asing belum mengubah posisi jualnya hingga awal pekan ini. Nett sell asing tercatat Rp401 miliar, naik dari akhir pekan lalu.
Indeks sektoral ikut bergerak melemah dengan koreksi terdalam dialami infrastruktur dan pertanian yang keduanya turun 1,77 persen dan 1,61 persen.
Sempat bergerak melemah, beberapa indeks sektoral mulai melaju naik jelang penutupan perdagangan. Indeks sektor perdagangan tercatat naik 0,33 persen, barang konsumsi 0,25 persen, keuangan 0,16 persen, dan pertambangan 0,03 persen.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp425, UNVR Rp325, INCO Rp190, PTBA Rp110, dan CTRA Rp10.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.970 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 13 poin (0,09%) setelah dibuka menguat di level Rp13.946 per dolar AS.
Kurs rupiah terhadap dolar AS sempat tembus di level Rp14 ribu per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya