Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Indeks Syariah Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini.
Dream - Mengawali pekan di Hapitnas kali ini, indeks syariah bergerak melemah. Laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) meluncur ke zona merah setelah muncul ancaman aksi ambil untung (profit taking).
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 27 Maret 2017, indeks ISSI turun 0,495 poin (0,28%) ke level 178,667. Indeks keping biru syariah, JII, juga beringsut turun 3,564 poin (0,50%) ke level 712,580.
Dibuka melemah, indeks ISSI sebetulnya sempat bergerak menguat. ISSI menyentuh level tertinggi di level 179,306. Namun minimnya sentimen positif memaksa indeks acuan saham syariah kembali mengalami tekanan.
Hal berbeda justru dialami indeks bluechips syariah. Sepanjang perdagangan, JII mendekam di zona merah. Indeks berisi 30 saham unggulan syariah ini sempat turun ke level terendah di 710.463.
Transaksi perdagangan saham syariah juga relatif berkurang di hari kejepit nasional ini. Dengan 60,06 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,43 triliun.
Beruntung koreksi saham syariah masih tertahan oleh aksi beli pemodal asing. Nett buy asing pada saham ISSI mencapai Rp194 miliar.
Sepanjang perdagangan, mayoritas kinerja indeks sektoral melemah. Indeks sektor keuangan terkoreksi paling tinggi, yaitu 1,22 persen disusul sektor perdagangan 0,85 persen dan properti 0,83 persen.
Hanya ada lima emiten bluechip syariah top gainer yang harganya menguat, yaitu UNVR yang harga sahamnya naik Rp200, SSMS Rp60, ADRO Rp30, KLBF Rp15, dan MYRX Rp1.
Sedangkan sisanya, melemah. Emiten-emiten keping biru top loser hari ini adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp625, LPPF Rp350, AALI Rp325, AKRA Rp250, dan SILO Rp200.
Dari pasar uang, rupiah perkasa terhadap dolar AS pada penutupan. Nilai tukarnya menguat 25 poin (0,19 persen) ke level Rp13.302 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
