Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Meski bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan, indeks bursa saham Indonesia akhirnya bertengger di zona hijau. Data positif neraca perdagangan membuat pasar cukup yakin melakukan aksi beli.
Surplusnya perdagangan Indonesia juga memberi keyakinan bagi pemodal asing yang mencetak nett buy hingga Rp 525,6 triliun.
Pada penutupan perdagangan saham, Selasa, 1 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 6,24 poin (0,13%) ke level 4.884,82. IHSG lebih banyak menghabiskan waktu perdagangannya di zona merah dan mencapai posisi terendah di 4.862,54.
Transaksi perdagangan saham kali ini terbilang aktif karena melibatkan 65,6 miliar. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 9,65 triliun. Meski menguat, jumlah emiten yang terkoreksi justru lebih mendominasi.
Gerak fluktuatif juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menguat signifikan jelang penutupan perdagangan saham.
Dibuka di level 159,86, indeks ISSI sempat terjun beberapa kali ke zona merah. ISSI akhirnya ditutup menguat 0,13 oin (0,08%) ke level 159,88.
Tergerusnya harga saham dari 117 emiten syariah tak menghalangi indeks ISSI melaju di zona hijau. Dari 25,76 miliar saham syariah yang beralih tangan, tercipta transaksi perdagangan sebesar Rp 1,92 triliun.
Di jajaran saham bluechips syariah, terdapat 10 emiten Jakarta Islamic Index (JII) yang bergerak menguat. Meski tak dominan, penguatan harga 10 saham ini cukup untuk membawa indeks JII menguat 1,35 poin (0,21%) ke level 656,35.
Dari kawasan Asia, indeks bursa saham utama ditutup variatif. Seiring dengan IHSG, indeks Nikkei Jepang dan SSEC Shanghai juga ditutup menguat masing-masing 1,08 persen dan 0,1 persen.
Sementara Hang Seng Hong Kong, Kospi Korea Selatan, dan Strait Times harus kembali ke zona merah.
Kurs rupiah yang tadi pagi masih bertahan di level 12 ribu per dolar AS juga mulai sedikit melemah. Tergerus 125 poin, rupiah sore ini bertahan di level 11.990 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya