Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Di tengah maraknya konflik dan permasalahan yang mendominasi berita di berbagai media, penduduk dunia tak seluruhnya berada dalam kondisi depresi. Laporan terbaru dari Gallup Inc, menemukan tujuh dari 10 orang dewasa di dunia justru merasakan kebahagiaan selama satu tahun terakhir.
Menariknya lagi, penduduk Indonesia termasuk salah satu dalam daftar 20 negara paling bahagia di dunia. Negeri Nusantara ini berada di peringkat 12 dunia.
Di antara negara-negara muslim dunia anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), Indonesia bahkan menempati posisi puncak.
Mengutip laporan yang diperoleh Dream, Selasa, 27 Mei 2014, Gallup Inc mewawancarai dan mensurvei 1.000 orang dari 138 negara. Responden berusia minimal 15 tahun dan dipastikan sudah beristirahat dengan baik, sehari sebelum survei dilakukan.
Hasil dari survei ini kemudian dimasukkan ke dalam daftar indeks pengalaman positif global. Hasil temuan kali ini, indeks pengalaman positif penduduk dunia sepanjang 2013 mencapai 71 dari nilai tertinggi, yakni 100.
Secara keseluruhan, hasilnya menunjukkan kalau warga dunia lebih bahagia dibandingkan delapan tahun lalu, saat lembaga tersebut menyusun daftar emosi positif.
Berdasarkan laporan tersebut, negara-negara dari Amerika Latin mendominasi daftar negara paling bahagia. Tercatat sembilan negara di kawasan ini berada di posisi sepuluh besar dunia.
Paraguay berada di posisi teratas dan sudah menggenggam tahta ini tiga tahun berturut-turut. Menguntit di belakangnya adalah Panama, Guatemala, Nikaragua dan Ekuador.
Sebaliknya, Suriah untuk kedua kalinya menjadi negara yang memiliki tingkat kebahagiaan paling rendah. Negara yang sedang terlibat konflik tersebut mendapat skor 36.
Hasil survei menemukan penduduk Suriah sangat jarang merasa beristirahat dengan baik, memiliki kesempatan belajar atau melakukan sesuatu yang menyenangkan.
Laporan Gallup Inc juga menemukan orang-orang yang menghasilkan lebih banyak uang memiliki emosi yang lebih positif. Tetapi data lain menunjukkan bahwa uang tidak selalu mendatangkan kebahagiaan.
Penelitian lain yang sebelumnya dilakukan di AS menemukan bahwa pendapatan yang lebih tinggi memang bisa meningkatkan kebahagiaan, tapi hanya jika mencapai 75 ribu dolar atau 750 juta rupiah. Lebih dari itu tidak terlalu ada perbedaan.
Berikut adalah negara muslim paling bahagia di dunia menurut survey Gallup Inc.
1. Indonesia
2. Uni Emirat Arab
3. Uzbekistan
4. Bahrain
5. Kuwait
6. Maroko
7. Arab Saudi
8. Malaysia
9. Kamerun
10. Nigeria
Sementara 10 negara muslim tak bahagia sepanjang 2013 adalah:
1. Suriah
2. Bosnia dan Herzegovina
3. Yaman
4. Azarbaijan
5. Libanon
6. Tunisia
7. Banglades
8. Pakistan
9. Mesir
10. Siera Leone
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya