Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Saham Syariah Bergerak Lesu di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 26 Mei 2014 16:47
Indeks Saham Syariah Bergerak Lesu di Awal Pekan
Membuka perdagangan di zona positif, Indeks bursa saham Indonesia tak mampu mempertahankannya sampai sesi penutupan. IHSG dan indeks saham syariah melemah ke zona merah.

Dream - Indeks bursa saham yang bergerak kurang meyakinkan di awal perdagangan akhirnya benar-benar jatuh ke zona negatif. Perdagangan yang sepi dan minim sentimen membuat pelaku pasar memilih aksi jual saham.

Tanda-tanda pelemahan juga terlihat setelah pemodal asing mulai mengurangi aksi beli saham. Nett buy asing di awal pekan ini tercatat Rp 60,71 miliar, lebih rendah dari sebelumnya Rp 328,44 miliar.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 26 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9,13 poin (0,18%) ke level 4.963,92. Indeks gagal menembus level 5.000 meski dibuka dengan sedikit penguatan.

Hal yang sama menimpa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang melemah 0,2 poin (0,13%) ke level 162,98. Sebanyak 107 emitan terperosok zona negatif sementara 69 lainnya masih sanggup bergerak menguat.

Nilai transaksi perdagangan saham kali ini mencapai Rp 2,8 triliun yang berasal dari perpindahantangan 31,67 miliar saham.

Pelemahan indeks ISSI dan IHSG ikut berdampak pada emiten-emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,28 poin (0,04%) ke level 671,82.

Bursa saham nasional sebetulnya mengawali pekan dengan sedikit gerak ceria. Indeks dibuka menguat setelah investor masih melanjutkan aksi beli pada akhir pekan lalu.

Sayang, tak butuh waktu lama bagi indeks untuk kembali mencatatkan koreksi. Apalagi indeks Hang Seng Hong Kong membawa sentimen negatif dengan mencetak koreksi tipis.

Pada perdagangan di awal pekan ini, saham perusahaan barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak kenaikan tertinggi (Top gainer) setelah menguat Rp 100 per saham.

Top gainer lainnya adalah INDF yang menguat Tp 75, INTP Rp 50, CPIN Rp 35, dan TLKM Rp 30 per saham. 

Beri Komentar