Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Indeks bursa saham yang bergerak kurang meyakinkan di awal perdagangan akhirnya benar-benar jatuh ke zona negatif. Perdagangan yang sepi dan minim sentimen membuat pelaku pasar memilih aksi jual saham.
Tanda-tanda pelemahan juga terlihat setelah pemodal asing mulai mengurangi aksi beli saham. Nett buy asing di awal pekan ini tercatat Rp 60,71 miliar, lebih rendah dari sebelumnya Rp 328,44 miliar.
Pada penutupan perdagangan saham Senin, 26 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9,13 poin (0,18%) ke level 4.963,92. Indeks gagal menembus level 5.000 meski dibuka dengan sedikit penguatan.
Hal yang sama menimpa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang melemah 0,2 poin (0,13%) ke level 162,98. Sebanyak 107 emitan terperosok zona negatif sementara 69 lainnya masih sanggup bergerak menguat.
Nilai transaksi perdagangan saham kali ini mencapai Rp 2,8 triliun yang berasal dari perpindahantangan 31,67 miliar saham.
Pelemahan indeks ISSI dan IHSG ikut berdampak pada emiten-emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,28 poin (0,04%) ke level 671,82.
Bursa saham nasional sebetulnya mengawali pekan dengan sedikit gerak ceria. Indeks dibuka menguat setelah investor masih melanjutkan aksi beli pada akhir pekan lalu.
Sayang, tak butuh waktu lama bagi indeks untuk kembali mencatatkan koreksi. Apalagi indeks Hang Seng Hong Kong membawa sentimen negatif dengan mencetak koreksi tipis.
Pada perdagangan di awal pekan ini, saham perusahaan barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak kenaikan tertinggi (Top gainer) setelah menguat Rp 100 per saham.
Top gainer lainnya adalah INDF yang menguat Tp 75, INTP Rp 50, CPIN Rp 35, dan TLKM Rp 30 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya