Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Meski masih bekerja, biasanya para karyawan yang tidak bahagia, mulai mencari pekerjaan baru. Dan itu, tentu saja tidak baik bagi kinerja perusahaan. Jadi bagi pemilik perusahaan, yang ingin mempertahankan karyawan yang beprestasi, sangatlah penting membuat mereka bahagia.
Dikutip dari emirates247, Senin, 26 Mei 2014, ada beberapa cara untuk menjaga loyalitas para karyawan. Para bos di perusahaan perlu mengetahui sejumlah hal berikut ini.
Pertama, karyawan bekerja karena alasan uang. Mereka pun akan keluar juga karena uang, yaitu ada tawaran gaji yang lebih baik dari pekerjaannya saat ini.
Banyak karyawan di sejumlah negara yang mengeluhkan tidak mendapatkan bayaran sesuai dengan kinerjanya. Tidak ada kenaikan gaji pokok tahunan dan bonus. Mereka bertahan karena belum mendapatkan kesempatan yang lebih baik.
Padahal, para karyawan melihat adanya peluang kenaikan gaji dengan membaiknya perekonomian dunia.
Untuk itu, para pemilik perusahaan perlu memikirkan hal ini karena tidak ada karyawan yang mau bertahan ketika upah yang diterimanya tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Kedua, masa cuti atau libur yang cukup. Rutinitas kerja yang terlalu padat membuat para karyawan tidak betah pada pekerjaannya. Jangan harap para pekerja mau menerima panggilan kerja sepanjang hari.
Para karyawan butuh waktu libur atau cuti yang cukup. Hal ini justru meningkatkan kinerja dan motivasi kerja mereka.
Oleh karena itu, bagi para pemilik perusahaan, perlu memperhatikan waktu istirahat para karyawannya dan hargai waktu privasi mereka.
Ketiga, perlakukan karyawan sebagai orang dewasa. Hubungan bos dan karyawan seharusnya seperti manajer dan tim, bukan seperti guru dan murid di lingkungan sekolah.
Perlakukan karyawan seperti orang dewasa yang matang dan mampu bekerja secara independen. Jangan mendikte mereka tiap langkah. Cukup pastikan karyawan mendapatkan penjelasan dengan baik dan meminta laporan jika diperlukan.
Keempat, menghormati karyawan. Jangan karena Anda seorang bos, Anda bisa meneriaki karyawan di depan umum. Anda tetap bisa sopan dan tegas dalam memberikan arahan. Tidak ada orang yang mau bekerja dengan orang yang tidak menghormati mereka.
Kelima, berikan kesempatan kepada para karyawan untuk mengembangkan karirnya. Pemimpin perusahaan harus mampu memberikan dorongan kepada karyawan untuk tumbuh dalam perusahaan, perlu adanya promosi jabatan agar mereka juga terdorong meningkatkan prestasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya