Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pengusaha Wanita di Arab Senang Berinvestasi dalam Pendidikan

Reporter : Ramdania
Senin, 26 Mei 2014 16:28
Pengusaha Wanita di Arab Senang Berinvestasi dalam Pendidikan
Pengusaha Wanita di Arab mulai menyenangi berinvestasi di sektor pendidikan. Pasalnya, risiko yang ringan dan bisa sekaligus memberikan nilai sosial demi pengembangan manusia di negara tersebut.

Dream - Sekitar 47% pengusaha perempuan di Arab Saudi memberikan kontribusi yang signifikan untuk bidang pendidikan.

Moleha Al-Qahtani, menginvestasikan hartanya untuk membangun sebuah sekolah sekitar 5 tahun lalu.

" Investasi di sektor ini merupakan investasi sosial guna membangun masyarakat," ujarnya dalam Arab News, Senin, 26 Mei 2014.

Dia mengatakan pendidikan merupakan salah satu sektor yang menarik para pengusaha wanita karena tidak sulit. Meskipun daikui ada juga beberapa hambatan dan tantangan, tetapi masih bisa teratasi.

" Investasi di sektor ini membutuhkan kontribusi kita dan tujuan terpenting dari investasi ini bukanlah tujuan finansial," tegasnya.

Dia menambahkan tujuan organisasinya, My Rights of Childhood, untuk mendorong perkembangan dan perubahan. Proyek lainnya adalah menolong anak-anak berkebutuhan khusus, seperti hiperaktif yang tidak diterima di sekolah umum serta pusat anak-anak cacat. Hal ini guna mengembangkan keterampilan mereka.

Investor lain, Alia Al-Essa mengatakan bahwa dia percaya kegagalan berinvestasi di sektor ini hanya 20%, hal itu karena kurangnya latar belakang pengetahuan investor mengenai sektor ini.

Kebanyakan kegagalan terjadi pada tahun pertama karena kurangnya tenaga lokal berpengalaman, serta ketidakmampuan membayar gaji sesuai standard yang ditetapkan negara, yaitu sebesar SR 5.600 atau sekitar Rp 17,3 juta. Inilah yang menyebabkan banyak sekolah yang ditutup.

Dia menjelaskan semakin banyak pengusaha wanita yang tertarik berimnvestasi di sektor ini, hanya saja takut bermasalah dengan aturan dan hukum dari Departemen Pendidikan yang berubah setiap waktu. Dia mengidentifikasi kendala utama bisnis ini, seperti perolehan lisensi, operasional sekolah harus lebih dua tahun, dana yang kurang, persyaratan pemerintah Saudi, dan kurangnya tenaga yang terlatih dan berpengalaman.

Dosen akuntansi di Universitas Taif Salem Bajajh mengatakan banyak orang tua yang tertarik berinvestasi untuk pendidikan anak-anak mereka karena mereka menyadari bahwa keuntungan ekonomi dari pendidikan ini bersifat jangka panjang.

Dia menambahkan banyak orang tua menyekolahkan anaknya di luar negeri meski biaya yang tinggi karena ingin anaknya memiliki kemampuan bahasa asing.

" Ini berguna dengan mengambil pengalaman internasional guna mengembangkan sumber daya manusia di Arab," jelasnya.

Untuk kebutuhan pendidikan yang mendesak, Proyek Raja Abdullah mengalokasikan sekitar SR 12 miliar dalam 5 tahun untuk meningkatkan fasilitas pendidikan, pelatihan guru, pengembangan kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.

Sementara, Sarah Al Eissa dari Departemen Pendidikan Swasta mengatakan pihaknya juga memiliki proyek kupon pendidikan guna mendukung peningkatan pendidikan.

" Kementerian mendukung pendidikan swasta sehingga tengah mempelajari distribusi pemberian kupon pendidikan ini secara tepat kepada siswa berbakat, anak berkebutuhan khusus dan anak yatim," jelasnya.

Beri Komentar