10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Dream - Produk investasi syariah di Indonesia sudah bermacam-macam layaknya produk investasi konvensional. Namun, meski digadang-gadangkan memiliki perkembangan yang positif, tetapi sampai saat ini produk investasi ini belum mengalami pertumbuhan yang signifikan. Apa penyebabnya?
Menurut pengamat ekonomi syariah Adiwarman Karim, realitas yang terjadi di sektor keuangan syariah ini disebabkan adanya kekeliruan dalam memperkenalkan produk investasi syariah.
" Kelirunya di Indonesia membawa embel-embel syariah yang terlalu syariah. Misalnya, " Belilah produk syariah ini, kalau tidak Anda dosa!" Iini membuat orang pening, keburu takut," ungkapnya di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2015.
Konsultan bisnis dari Karim Consulting ini menyebutkan, beberapa tipe perilaku konsumen yang perlu diperhatikan para pemilik produk investasi dalam memasarkan produknya.
Pertama, tipe yang tidak memedulikan kesyariahan suatu produk, tetapi lebih mengutamakan keuntungan yang besar. " Yang dia peduli adalah murah serta kinerja produknya seperti apa," ujarnya.
Tipe kedua, merupakan konsumen yang stabil. Adiwarman menjelaskan konsumen tipe ini tidak begitu ingin terlalu untung, asalkan dia juga tidak mendapatkan kerugian yang besar ketika produknya tengah jatuh.
" Dia tidak mau terlalu kaya, tetapi juga tidak mau terlalu miskin," jelasnya.
Ketiga, konsumen dengan tipe yang mementingkan nilai. " Mereka tidak ingin dapat untung besar, tetapi setelah itu pemiliknya dipanggil OJK (bermasalah)," papar Adiwarman.
Tipe terakhir, lanjutnya, adalah konsumen yang sangat mengutamakan label syariah. " Dia tidak akan tanya kinerja, begitu melihat syariah, yang jual jidadnya hitam, langsung dibeli," katanya.
Untuk menjual produk syariah ini, Adiwarman menyatakan perlunya memerhatikan keempat tipe konsumen ini. Hal tersebut agar produk syariah bisa diterima di berbagai kalangan.
" Yang penting jangan terlalu syariah. Hanya yang dilarang-larang itu saja yang dijauhkan. Misalnya untuk saham, perusahaannya tidak riba dan bukan merupakan produsen barang haram seperti bir dan rokok," tegasnya. (Ism)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli