Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Indeks Saham Menguat. (Foto: Merdeka.com)
Dream - Resep pemerintah dan Bank Indonesia menjinakkan dollar AS direspon positif pelaku pasar. Memanfaatkan harga saham yang terdiskon dalam usai koreksi tajam kemarin, pelaku pasar ramai-ramai memborong saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski sempat bergerak fluktuatif di awal sesi pembukaan pagi dan siang, seluruh indeks acuan saham, termasuk tiga indeks saham syariah, kompak bergerak positif di sesi penutupan.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 9 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,960 poin (1,17%) ke level 169,602.
Masih dibayangi sentimen negatif rupiah, ISSI mengawali perdagangan dengan bergerak ketika perdagangan baru dibuka di level 166,972. ISSI yang bergerak fluktuatif menyentuh level tertingginya di 169,907 dan terendah 166,910.
Aksi beli saham juga terjadi pada bluechips syariah. Dengan 22 emiten unggulan yang ditutup mengaut, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menanjak 9,287 poin (1,52%) ke level 621,851.
Indeks JII70 juga ikut menguat 3,071 poin (1,50%) ke level 207,299.
Meski belum kembali ke level 6.000, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 92,594 poin (1,63%) ke level 5.776,095.
Investor mulai percaya diri melantai di bursa. Hal ini terlihat dari aksi beli saham yang marak terjadi. Aksi ini menaikkan harga 165 saham syariah.
Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat nilai perdagangan kali ini mencapai Rp4,66 triliun dari 53,14 miliar lembar saham.
Berbeda dengan investor lokal, pemodal asing masih melepas portofolio sahamnya di bursa saham nasional. Nett sell asing naik menjadi Rp556 miliar.
Kepercayaan diri investor mengangkat semua saham sektoral. Kenaikan tertinggi dicetak indeks sektor industri dasar yang meroket 2,46 persen, keuangan 2,00 persen, barang konsumsi 1,99 persen, manufaktur 1,87 persen, dan perdagangan 1,24 persen.
Emiten keping biru syariah yang menjadi top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terangkat Rp550, UNVR Rp425, ICBP Rp150, TPIA Rp150, dan PGAS Rp135.
Sebaliknya, harga saham ITMG turun Rp475, LPPF Rp150, AKRA Rp30, PTPP Rp20, dan CTRA Rp20.
Sentimen positif ini masih terasa di pasar uang. Rupiah menguat.
Dari pasar keuangan, kurs dollar AS sore ini tak lagi seganas perdagangan kemarin. Hingga perdagangan pukul 16.15, kurs dolar AS terhadap rupiah turun 66 poin (0,44%) ke level Rp14.869.
Semula, dolar menembus level Rp14.935 per dolar AS. Meskipun bergerak naik turun, rupiah perlahan-lahan bangkit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya