Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Resep Lawan Dollar AS Direspon Positif, Indeks Syariah Melaju Lagi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 6 September 2018 16:57
Resep Lawan Dollar AS Direspon Positif, Indeks Syariah Melaju Lagi
Paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menjaga keuangan egara jadi sentimen positif bagi pasar.

Dream - Resep pemerintah dan Bank Indonesia menjinakkan dollar AS direspon positif pelaku pasar. Memanfaatkan harga saham yang terdiskon dalam usai koreksi tajam kemarin, pelaku pasar ramai-ramai memborong saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski sempat bergerak fluktuatif di awal sesi pembukaan pagi dan siang, seluruh indeks acuan saham, termasuk tiga indeks saham syariah, kompak bergerak positif di sesi penutupan.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 9 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,960 poin (1,17%) ke level 169,602.

Masih dibayangi sentimen negatif rupiah, ISSI mengawali perdagangan dengan bergerak ketika perdagangan baru dibuka di level 166,972. ISSI yang bergerak fluktuatif menyentuh level tertingginya di 169,907 dan terendah 166,910.

Aksi beli saham juga terjadi pada bluechips syariah. Dengan 22 emiten unggulan yang ditutup mengaut, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menanjak 9,287 poin (1,52%) ke level 621,851.

Indeks JII70 juga ikut menguat 3,071 poin (1,50%) ke level 207,299.

Meski belum kembali ke level 6.000, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 92,594 poin (1,63%) ke level 5.776,095.

 

1 dari 2 halaman

Investor Mulai Pede?

Investor mulai percaya diri melantai di bursa. Hal ini terlihat dari aksi beli saham yang marak terjadi. Aksi ini menaikkan harga 165 saham syariah.

Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat nilai perdagangan kali ini mencapai Rp4,66 triliun dari 53,14 miliar lembar saham.

Berbeda dengan investor lokal, pemodal asing masih melepas portofolio sahamnya di bursa saham nasional. Nett sell asing naik menjadi Rp556 miliar.

Kepercayaan diri investor mengangkat semua saham sektoral. Kenaikan tertinggi dicetak indeks sektor industri dasar yang meroket 2,46 persen, keuangan 2,00 persen, barang konsumsi 1,99 persen, manufaktur 1,87 persen, dan perdagangan 1,24 persen.

Emiten keping biru syariah yang menjadi top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terangkat Rp550, UNVR Rp425, ICBP Rp150, TPIA Rp150, dan PGAS Rp135.

Sebaliknya, harga saham ITMG turun Rp475, LPPF Rp150, AKRA Rp30, PTPP Rp20, dan CTRA Rp20.

Sentimen positif ini masih terasa di pasar uang. Rupiah menguat.

 

2 dari 2 halaman

Rupiah Mulai Bangkit

Dari pasar keuangan, kurs dollar AS sore ini tak lagi seganas perdagangan kemarin. Hingga perdagangan pukul 16.15, kurs dolar AS terhadap rupiah turun 66 poin (0,44%) ke level Rp14.869.

Semula, dolar menembus level Rp14.935 per dolar AS. Meskipun bergerak naik turun, rupiah perlahan-lahan bangkit.

Beri Komentar