Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, Masyarakat Indonesia Lebih Suka Bertransaksi Dengan Uang Tunai. (Foto: Shutterstock)
Dream – Di tengah maraknya metode pembayaran non tunai, sistem tunai ternyata masih mendominasi di Indonesia. Lebih dari 50 persen transaksi di Indonesia menggunakan metode pembayaran tunai.
“ Pembayaran tunai tetap menjadi bagian penting dalam ekonomi global sehari-hari,” kata Chief Executive G4S untuk Global Cash, Jesus Rosano, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 6 September 2018.
Rosano mengatakan pihaknya merilis laporan The G4S World Cash Report dan isinya tentang hasil survei di 47 negara tentang metode pembayaran tunai, salah satunya Indonesia.
Di Indonesia, ada 50-55 persen transaksi keuangan di Indonesia masih menggunakan metode pembayaran tunai. Metode juga ditemukan di 18 negara dari 24 negara yang disurvei untuk laporan ini, seperti India dan Thailand, yang masih banyak menggunakan sistem tunai dan cash on delivery.
Di Indonesia, selama kurun waktu 2012—2016, peredaran uang tunai tumbuh 53,1 persen menjadi Rp528,53 triliun. Total penarikan uang tunai di ATM dalam periode yang sama meningkat sebesar 65,5 persen menjadi Rp2.353 triliun.
Jumlah ATM di seluruh Indonesia pun mengalami peningkatan sebesar 54,3 persen dalam periode 2012-2016 menjadi 104.419 ATM.
Sementara di tingkat global, pertumbuhan jumlah ATM mencapai 11,2 persen setiap tahunnya. Negara-negara Asia mencatatkan pertumbuhan rata-rata per tahun tertinggi yang mencapai 16,3 persen dengan Tiongkok, Indonesia, dan Thailand sebagai tiga negara teratas dengan pertumbuhan jumlah ATM terbanyak.
“ Masyarakat percaya pada uang tunai. Uang tunai bebas digunakan dan selalu tersedia, bersifat rahasia, tidak bisa dibajak, dan tidak bergantung pada mobile apps di telepon genggam yang sangat bergantung pada kekuatan baterai,” kata dia. (ism)
Dream - Rosano mengatakan ada enam manfaat seseorang memegang uang tunai. Berikut ini rinciannya.
Biaya lebih efisien: Bagi para konsumen dan pebisnis, uang tunai adalah metode pembayaran yang paling efisien.
Inklusif: Masyarakat dunia banyak yang memilih untuk menggunakan uang tunai, dan bagi banyak orang, uang tunai merupakan metode pembayaran yang paling sering digunakan dan bertahan lama.
Tingkat kepercayaan yang tinggi: Tidak ada pihak ketiga yang terlibat dalam transaksi dengan uang tunai selain pembeli dan penjual.
Dapat diandalkan: Uang tunai tidak perlu mengandalkan infrastruktur elektronik.
Kemudahan akses: Uang fisik sudah tersedia dan tidak menimbulkan biaya tambahan bagi pelanggan.
Kerahasiaan: Uang tunai dibayarkan secara langsung, sehingga tak perlu menyerahkan informasi pribadi dan barang yang dibeli.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya