Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sistem Transportasi Berbasis Kereta Api, Diperlukan Saat Ini.
Dream – Mengikuti perkembangan transportasi di Indonesia satu dekade terakhir, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai Indonesia memerlukan sistem transportasi yang lebih efisien untuk menunjang mobilitas dan produktivitas penduduk.
Wakil Ketua Umum PII, Heru Dewanto, mengatakan perkembangan transportasi masa depan harus memberikan jaminan efisiensi dan efektivitas bagi para penggunanya.
“ Mengingat geliat ekonomi masyarakat di wilayah yang semakin tinggi dan kereta adalah kuncinya,” kata Heru dalam diskusi “ Kebangkitan Kereta Api” di Jakarta, ditulis Jumat 5 Oktober 2018.
Heru mengatakan pemerintah telah memasukkan pembangunan infrastruktur kereta api dalam percepatan proyek strategis nasional hingga tahun 2019. Targetnya, jalur kereta api akan terbangun hingga 3.258 km.
Metamorfosis kereta api yang telah dirasakan saat ini salah satunya adalah Commuter Line yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah satelitnya. Sebentar lagi, Jakarta juga akan memiliki MRT dan LRT. Di daerah lain, pemerintah juga tengah membangun jalur kereta api di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.
Heru mengatakan sebuah algoritma digunakan agar sistem transportasi bisa terhubung dengan pengaturan lalu lintas di jalan raya, termasuk sistem lampu lalu lintas.
“ Dengan sistem yang sudah tersinkronisasi, maka masyarakat akan lebih punctual (tepat waktu) dan akan lebih mudah mengatur jadwa kegiatan mereka sehinngga lebih produktif,” kata dia.
Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono, mengatakan, hadirnya transportasi massal berbasis kereta api seperti MRT akan mengubah gaya hidup masyarakat urban. Transportasi ini akan mendorong masyarakat untuk lebih tepat waktu, meningkatkan budaya antre, menjaga kebersihan, dan hal-hal positif lainnya.
Agung melanjutkan MRT akan membuka aksesibilitas bagi semua orang untuk dapat memanfaatkan transportasi publik yang aman dan nyaman. Transportasi publik ini juga dapat mendorong warga ibukota untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.
“ Persoalan transportasi di Indonesia saat ini sebagai akibat dari mobilitas yang terhambat karena kemacetan. Bayangkan saja berapa potensi ekonomi yang hilang ketika kita terjebak dalam kemacetan selama satu jam misalnya. Kehadiran MRT inilah yang dapat mengatasi bottle neck persoalan transportasi di Jakarta,” kata dia.
Komisaris PT KAI, Suhono Harso Supangkat mengatakan, kereta api sebagai moda transportasi massal yang efisien dan efektif sudah dibuktikan melalui kehadiran KRL Commuter Line yang menghubungkan Jakarta dengan daerah-daerah satelit.
Saat ini, penumpang Commuter Line sudah mencapai lebih dari satu juta penumpang setiap hari. Tidak hanya KRL, kereta api di wilayah Jawa juga selalu penuh dan menjadi rujukan utama moda transportasi.
“ Masyarakat di Indonesia telah menyadari bahwa moda transportasi kereta api telah memberikan ketepatan waktu yang lebih baik dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, terutama untuk menunjang mobilitas sehari-hari masyarakat urban. Ketepatan waktu akan membuat masyarakat dapat lebih efisien dan produktif,” kata dia.
Suhono menambahkan, pengembangan kereta api untuk mobilitas masyarakat urban ini juga telah mendorong perbaikan struktur kota dan ekonomi perkotaan melalui kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD). Kawasan transit ini menjadi sebuah titik temu antara kereta api dengan moda transportasi lainnya atau dengan pasar, pusat perbelanjaan, maupun pusat perkantoran
(Laporan: Rahma Yultus)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya