Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

MRT Bakal Ubah Gaya Hidup Masyarakat Urban

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 5 Oktober 2018 17:45
MRT Bakal Ubah Gaya Hidup Masyarakat Urban
Sistem ini bisa menunjang mobilitas dan produktivitas penduduk.

Dream – Mengikuti perkembangan transportasi di Indonesia satu dekade terakhir, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai Indonesia memerlukan sistem transportasi yang lebih efisien untuk menunjang mobilitas dan produktivitas penduduk.

Wakil Ketua Umum PII, Heru Dewanto, mengatakan perkembangan transportasi masa depan harus memberikan jaminan efisiensi dan efektivitas bagi para penggunanya.

“ Mengingat geliat ekonomi masyarakat di wilayah yang semakin tinggi dan kereta adalah kuncinya,” kata Heru dalam diskusi “ Kebangkitan Kereta Api” di Jakarta, ditulis Jumat 5 Oktober 2018.

Heru mengatakan pemerintah telah memasukkan pembangunan infrastruktur kereta api dalam percepatan proyek strategis nasional hingga tahun 2019. Targetnya, jalur kereta api akan terbangun hingga 3.258 km.

Metamorfosis kereta api yang telah dirasakan saat ini salah satunya adalah Commuter Line yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah satelitnya. Sebentar lagi, Jakarta juga akan memiliki MRT dan LRT. Di daerah lain, pemerintah juga tengah membangun jalur kereta api di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Heru mengatakan sebuah algoritma digunakan agar sistem transportasi bisa terhubung dengan pengaturan lalu lintas di jalan raya, termasuk sistem lampu lalu lintas.

“ Dengan sistem yang sudah tersinkronisasi, maka masyarakat akan lebih punctual (tepat waktu) dan akan lebih mudah mengatur jadwa kegiatan mereka sehinngga lebih produktif,” kata dia.

1 dari 2 halaman

Transportasi Massal Ubah Gaya Hidup

Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono, mengatakan, hadirnya transportasi massal berbasis kereta api seperti MRT akan mengubah gaya hidup masyarakat urban. Transportasi ini akan mendorong masyarakat untuk lebih tepat waktu, meningkatkan budaya antre, menjaga kebersihan, dan hal-hal positif lainnya.

Agung melanjutkan MRT akan membuka aksesibilitas bagi semua orang untuk dapat memanfaatkan transportasi publik yang aman dan nyaman. Transportasi publik ini juga dapat mendorong warga ibukota untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

“ Persoalan transportasi di Indonesia saat ini sebagai akibat dari mobilitas yang terhambat karena kemacetan. Bayangkan saja berapa potensi ekonomi yang hilang ketika kita terjebak dalam kemacetan selama satu jam misalnya. Kehadiran MRT inilah yang dapat mengatasi bottle neck persoalan transportasi di Jakarta,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Pengembangan Kereta Api Dorong Perbaikan Struktur Kota

Komisaris PT KAI, Suhono Harso Supangkat mengatakan, kereta api sebagai moda transportasi massal yang efisien dan efektif sudah dibuktikan melalui kehadiran KRL Commuter Line yang menghubungkan Jakarta dengan daerah-daerah satelit.

Saat ini, penumpang Commuter Line sudah mencapai lebih dari satu juta penumpang setiap hari. Tidak hanya KRL, kereta api di wilayah Jawa juga selalu penuh dan menjadi rujukan utama moda transportasi.

“ Masyarakat di Indonesia telah menyadari bahwa moda transportasi kereta api telah memberikan ketepatan waktu yang lebih baik dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, terutama untuk menunjang mobilitas sehari-hari masyarakat urban. Ketepatan waktu akan membuat masyarakat dapat lebih efisien dan produktif,” kata dia.

Suhono menambahkan, pengembangan kereta api untuk mobilitas masyarakat urban ini juga telah mendorong perbaikan struktur kota dan ekonomi perkotaan melalui kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD). Kawasan transit ini menjadi sebuah titik temu antara kereta api dengan moda transportasi lainnya atau dengan pasar, pusat perbelanjaan, maupun pusat perkantoran

(Laporan: Rahma Yultus) 

Beri Komentar