Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peluncuran Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - Guna mendorong pertumbuhan industri jasa keuangan syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia 2017-2019. Roadmap ini diharapkan menjadi panduan industri keuangan syariah agar tumbuh berkelanjutan dan memberikan kontribusi pada perekonomian nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, berharap roadmap ini bisa meningkatkan pangsa pasar (market share) produk keuangan syariah, menambah suplai produk keuangan syariah, memperluas akses produk keuangan syariah, serta meningkatkan literasi keuangan syariah dan utilitas produk keuangan syariah.
Hal lain yang tak kalah penting, OJK juga berharap roadmap ini bisa menjawab persoalan keterbatasan sumber daya manusia, optimalisasi koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta kebijakan jasa keuangan yang selaras dan saling mendukung.
" Masih banyak tantangan yang harus diselesaikan untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia,” kata Muliaman dalam Launching Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah di Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017.
Muliaman mengatakan roadmap ini merupakan langkah menggabungkan substansi dari ketiga roadmap yang sudah ada di bidang perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non bank (IKNB) syariah.
Jangka waktu roadmap ini menyelaraskan dengan jangka waktu masing-masing industri dan Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI).
Menurut Muliaman, faktor penting dalam pengembangan keuangan syariah adalah menjadikan industri keuangan syariah yang inklusif. Industri ini harus dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan dalam skala kecil dan menengah hingga skala pembiayaan yang besar untuk menunjang pembangunan nasional.
Di samping itu, keuangan syariah juga dipercaya akan berkembang lebih cepat dan berkelanjutan bila didukung dengan integrasi dan sinergi antara sektor riil, sektor keuangan, dan sektor religius sosial sehingga ketiga sektor tersebut dapat tumbuh lebih cepat secara bersama-sama.
" Para pemangku kepentingan yaitu regulator, pemerintah, industri, dan para pihak terkait harus bersinergi menyusun dan melaksanakan program pengembangan yang extraordinary dalam rangka membesarkan keuangan syariah agar dapat berkompetisi secara sehat dengan keuangan konvensional, bahkan dapat bersaing di industri keuangan syariah global," kata dia.
Sekadar informasi, peluncuran Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah dilakukan Muliaman dan didampingi sejumlah Anggota Dewan Komisioner OJK lainnya di hadapan sekitar 300 peserta dari industri perbankan syariah, pasar modal syariah, dan IKNB syariah.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya