Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Pasar surat utang Indonesia telah berkembang cukup lama. Selain konvensional, kini pemodal juga bisa membeli surat utang syariah atau dikenal sukuk.
Meski sudah lama beredar, Indonesia justru belum memiliki standar ukuran kinerja dan tren pergerakan pasar obligasi di Tanah Air.
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pertama kalinya mengeluarkan indeks surat utang atau syariah di Indonesia.
Direktur Utama IBPA, Ignatius Girendroheru menjelaskan, indeks ini berjalan layaknya indeks saham. Seluruh perhitungan dilakukan secara obyektif dengan menggunakan metodologi dan sumber dana yang transparan dan bisa diandalkan.
" " Keberadaan indeks obligasi ini dapat memudahkan para pelaku pasar dalam mengukur kinerja pasar obligasi dan mendorong perkembangan pasar obligasi di Indonesia," ujarnya saat acara 'Peluncuran Indonesia Bond Indexes' di Gedung BEI, Jakarta, seperti dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Jumat 21 November 2008.
Girendroheru menjelaskan, indeks obligasi yang pertama terbit di Indonesia ini menggunakan data harga pasar wajar dan yield yang diterbitkan secara harian oleh lembaga penilaian harga efek IBPA. Obyek perhitungan adalah instrumen surat utang negara dan korporasi dalam mata uang rupiah yang tercatat di BEI.
Dalam aplikasinya, indeks obligasi akan mengukur 3 jenis indeks dengan 5 tipe perhitungan indeks di setiap jenisnya. Total indeks obligasi nantinya berjumlah 15 seri indeks.
Ketiga jenis indeks obligasi ini terdiri dari, Indobex Composite, Indobex Government dan Indobex Corporate.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya