Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Facebook kembali diterpa diterpa badai. Sejumlah perusahaan besar di Negeri Paman Sam memutuskan untuk menghapus halaman Facebook-nya setelah sekitar 50 juta data penguna platform sosial media milik Mark Zuckerberg itu bocor.
Yang terbaru, pemilik media majalah dewasa Playboy mengumumkan telah menonaktifkan laman Facebooknya.
Cooper Hefner, chief creative officer yang juga anak dari pendiri majalah tersebut dalam cuitannya di akun Twitter mengatakan pedoman konten dan kebijakan Facebook bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut majalannya.
Menurut Cooper, Playboy selama ini telah menggunakan platform itu untuk menyampaikan suara medianya. Namun hasilnya tak sesuai dengan harapan.
Keputusan Cooper menghapus halaman Facebook Playboy juga dikarenakan keprihatinannya pada aplikasi sosial media tersebut dalam menangani data-data pengguna. Saat ini Playboy mengaku memiliki pengikut hingga 25 juta akun.
" (Ini) semakin memperjelas kami untuk meninggalkan platform," tulis Cooper dalam cuitannya.
We are stepping away from Facebook pic.twitter.com/4yFIdk2eDE
— Cooper Hefner (@cooperhefner)March 28, 2018
Sementara itu CEO Facebook, Mark Zuckerberg yang kemungkinan akan hadir sebelum pertemuan kongres AS, telah meminta maaf terkait munculny skandal tersebut. Permintaan maaf itu dibuat dalam sebuah iklan di koran Amerika Serikat dan Inggris.
Dalam permintaan maaf tersebut, Zuckerberg mengatakan platform sosial medianya tak pantas mengelola informasi personal pengguna jika tak mampu melindunginya.
Meski telah memutuskan menghapus halaman Facebook, beberapa akun Facebook dalam bahasa lain seperti Jerman dan Filipina tercatat masih aktif.

Aksi terbaru dari Playboy ini, mengutip laman foxnews, semakin menunjukan besarnya pengaruh kampanye #deletfacebook. Selain Playboy, Space X dan Tesla milik miliarder nyentrik Elon Musk juga telah memutuskan menghapus halaman Facebooknya.
Sonos, perusahaan yang berbasih di California, juga telah mengumumkan penarikan dana iklan dari Facebook dan menyumbangkannya ke LSM yang bergerak dalam isu hak-hak digital.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya