7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Pembiayaan Syariah.
Dream - Perusahaan kredit ekspor Italia, Servizi Assicurativi del Commercio Estero (SACE), berencana merambah keuangan syariah. Tujuannya untuk mendukung rencana ekspansi mereka ke Timur Tengah dan Afrika Utara.
" Kami berpikir bisa meraih banyak pelanggan, baik yang besar maupun yang kecil di sektor barang konusumsi dan industri," kata Ketua SACE, Giovani Castellaneta, dilansir dari Arabian Business, Rabu 8 Juni 2016.
Tahun 2015, SACE membayarkan kredit asuransi sebesar US$46,4 miliar. Angkanya naik sebesar 11,6 persen dari tahun 2014. Kredit ekspor ke Timur Tengah dan Afrika Utara menyumbang 14 persen.
Kepala kantor SACE di Dubai, Marco Ferioli mengatakan pihaknya mengadakan pembicaraan dengan salah satu bank internasional besar yang mengoperasikan unit usaha syariah. Mereka ingin belajar bagaimana SACE bisa menyesuaikan diri dengan prinsip syariah, termasuk larangan bunga.
" Kami belajar struktur syariah untuk pembiayaan investasi dan kontrak ekspor untuk membuat kontrak kami sejalan dengan persyaratan struktur syariah," kata dia.
Ferioli mengatakan salah satu produk pembiayaan konvensional SACE adalah kredit pemasok di mana perusahaan kredit menanggung risiko penangguhan pembayaran oleh eksportir.
Produk konvensional selanjutnya adalah kredit pembeli di mana skemanya sering digunakan untuk membeli alat berat dan membiayai proyek. Perusahaan mengcover risiko yang dari pinjaman jangka panjang yang diberikan bank terhadap pembeli asing.
Dia menyebut pihaknya mengkaji kemungkinan untuk mengganti salah satu produknya dengan produk syariah, seperti kredit murabahah. " Produk konvensional tetap menjadi inti bisnis kami. Meskipun demikian keuangan syariah tumbuh di wilayah regional dan kami menerima permintaan (produk kredit) syariah dari pelanggan kami di Arab Saudi, Qatar, Turki, dan Iran," kata Feriolli.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?