Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Delegasi Provinsi Gansu, China, menyambangi Global Halal Centre (GHC), Kantor Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) di Bogor, Kamis 4 April 2016. Mereka mempelajari proses sertifikasi halal yang dilakukan oleh MUI.
“ Kunjungan ke LPPOM MUI ini dimaksudkan untuk memperluas pemahaman tentang aspek halal dan mempelajari proses sertifikasi halal yang dilakukan oleh LPPOM MUI,” tutur kepala delegasi itu, Liu Baojun, sebagaimana dikutip Dream dari halalmui.org, Selasa 5 April 2016.
Sebanyak 25 delegasi itu terdiri dari 14 pimpinan perusahaan dan pejabat perdagangan Provinsi Gansu. Para delegasi ini juga berharap, produk-produk pangan, yang dihasilkan oleh para pengusaha di Gansudapat memenuhi ketentuan halal.
Selain itu, dengan kunjungan ini mereka berharap dapat memperluas peluang pasar produk halal dari provinsi di barat laut China ini bisa masuk ke pasar Indonesia.
“ Maka dengan kunjungan ini, sangat diharapkan kami dapat menjalin hubungan yang lebih intensif lagi dengan LPPOM MUI guna mencapai tujuan-tujuan yang dimaksud itu,” tambah Baojun yang juga menjabat sebagai Director of Commerce and Trading, Provinsi Gansu itu.
Pertumbuhan produk pangan, obat-obatan, dan kosmetika, halal di Provinsi Gansu memang sangat pesat. Sejak dibentuk 10 tahun lalu hingga tahun 2016, telah lebih dari 500 perusahaan sertifikat halalnya sudah diproses oleh LPPOM MUI.
Sementara, Ketua LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, mengatakan, China menempati posisi ke dua setelah Indonesia, sebagai negara dengan produk bersertifikat halal terbanyak. Tercatat, produk dari 3.572 perusahaan China telah mengantongi sertifikat halal MUI. Sementara perusahaan Indonseia yang telah bersertifikat halal mencapai 24 ribu lebih.
Untuk mengontrol produk halal China yang masuk ke Indonesia, LPPOM MUI mendirikan kantor perwakilan di negeri Tirai Bambu tu. Kantor ini berfungsi untuk membantu dan mendukung proses sertifikasi halal produk-produk pangan yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan di China, terutama yang akan diekspor ke Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya