Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: YouTube Kementerian Investasi/BKPM)
Dream - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berpesan, rumus menjadi orang kaya adalah dengan menjadi pengusaha, bukan menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Hal ini disampaikan sang menteri saat memberikan kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah. Di hadapan para mahasiswa, Bahlil mengatakan bahwa pengusaha dapat menjadi pilihan, karena gaji PNS menurutnya hanyalah sebatas cukup.
" Saya mau cerita sedikit dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada PNS. Siapa yang mau kaya? Tidak ada politisi dan PNS yang kaya, terkecuali politisi yang dulunya pengusaha. Rumus kaya itu jadi pengusaha. Kenapa? Mohon maaf gaji PNS itu secukupnya. Kaya nggak, susah nggak, begitu," ungkapnya dikutip dari YouTube Kementerian Investasi/BKPM, Selasa, 22 Agustus 2023.
Dia mengatakan target Indonesia Emas di tahun 2045 adalah menjadi negara maju. Namun pengusaha di Indonesia saat ini masih berada di angka 3,4 persen, masih kalah dengan negara tetangga.
" Jumlah pengusaha di negara ini hanya 3,4 persen. Malaysia 4,2 persen, Thailand 4 persen lebih, Singapura 8-9 persen. Indonesia menuju negara maju harus double digit," ungkapnya.
Bahlil juga mencatat, pengangguran di Indonesia masih sangat banyak, sehingga menjadi pengusaha adalah salah satu opsi untuk mahasiswa menjadi sukses setelah lulus.
" Pengangguran negara kita 7 juta orang, setiap tahun angkatan kerja 2,9 juta orang, pasca covid yang nganggur 5 juta, total 15 juta," katanya.
Jika mahasiswa nantinya ingin menjadi pegawai negeri, peluang untuk mendapatkan posisi tersebut pun sangat ketat, dengan penerimaan tidak lebih dari 1 juta per tahun.
" Setiap tahun penerimaan PNS, TNI, Polri, BUMN, tidak lebih dari 1 juta. Jadi kalau kalian hanya berharap untuk jadi PNS dan karyawan saya tidak bisa membayangkan lagi usia berapa kalian menjadi terpilih," terangnya.
Meskipun belum menjadi negara maju, Bahlil mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dinilai positif yang tumbuh 5,17 persen pada kuartal II tahun 2023 dan inflasi di bawah 4 persen.
" Ini pertumbuhan ekonomi terbaik salah satu di dunia mengalahkan Eropa, Amerika, Jepang, Korea dan Timur Tengah," terangnya.
Sebagai informasi, Bahlil Lahadalia juga merupakan seorang pengusaha, berdasarkan catatan bkpm.go.id, dia memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai perusahaan induk.
Pada tahun 2003, namanya juga tercatat dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat.
Dia pernah menjadi Ketua HIPMI periode 2015-2019. Bahlil juga memimpin delegasi perdagangan bagi pengusaha muda ke Jepang pada 2016 dan ke Eropa pada 2018 (HIPMI-Europe Trade Mission 2018).
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series