Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah untuk sementara terbebas dari tekanan. Lebih dari 7 hari hilir mudik di zona merah, Indeks Saham Syariah dan Jakarta Islamic Index (JII) akhirnya melesat tinggi.
Kenaikan kedua indeks acuan saham syariah ini bahkan meninggalkan penguatan yang dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 27 Agustus 2015, ISSI melonjak 6,097 poin (4,58%) ke level 139,316.
Adanya sentimen penundaan kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor berburu sejumlah saham syariah. Alhasil, ISSI terus bergerak menguat sejak sesi pembukaan. ISSI menyentuh level tertinggi di 139,471 dan terendah di 134,818.
Tercatat 157 emiten ISSI ditutup menguat dan 38 lainnya bertahan stagnan. Namun ISSI masih menyisakan 39 emiten syariah di zona negatif.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif ramai dengan dana Rp 4,72 triliun dan 59,87 miliar saham yang berpindahtangan.
Lompatan tinggi justru dibukukan indeks saham bluechips syariah. Melesat 32,083 poin (5,80%), indeks JII ditutup di level 585,175.
Seluruh penghuni JII kali ini bergerak kompak di zona hijau.
Indeks JII mencetak level tertingginya di 586,611 dan terendah 562,164.
Emiten langganan investor menikmati aksi buru investor dengan melonjak signifikan. Top gainer JII dihuni emiten UNVR yang naik Rp 2.500, LPPF Rp 1.725, AALI Rp 1.575, INTP Rp 1.300, dan UNTR Rp 875 per saham.
Melesatnya sejumlah indeks bursa regional kali ini mendorong investor berburu saham-saham yang relatif sudah murah. Terbukti, IHSG melejit 192,899 poin (4,55%) ke level 4.430,632.
Lantai bursa ramai oleh transaksi investor dengan dana Rp 7,42 triliun. Untuk pertama kalinya sejak 16 har terakhir, investor asing akhirnya mulai kembali ke pasar modal Indonesia. Nett buy dibukukan asing senilai Rp 220 miliar.
Dari pasar keuangan, terjunnya Bank Indonesia ke pasar telah membantu menahan rupiah dari laju pelemahannya. Meski sempat jatuh ke level 14.165, kurs rupiah terhadap dollar AS sore ini bergerak menguat 84 poin (0,59%) menjadi 14.049 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya