Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perencanaan keuangan bisa saja tidak berjalan sesuai rencana. Meski berbagai cara penghematan dan menabung dilakukan, masih ada saja hal-hal yang sering terjadi seperti pengeluaran tak terduga.
Dan pengeluaran tak terduga itu bisa-bisa menggerus tabungan. Meminjam uang pun kerap menjadi pilihan untuk menyelesaikan masalah keuangan itu.
Sebelum memutuskan memimnjam uang, pertimbangan yang harus dipikirkan masak-masak adalah apakah kita bisa melunasinya.
Selain kemampuan melunasi, mengutip laman GulfNews, Kamis, 27 September 2015, berikut adalah tiga pertimbangan sebelum meminjam uang:
1. Jumlah yang dipinjam
Saat kita mengajukan pinjaman tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pihak bank atau yang memberi pinjaman akan memeriksa kondisi keuangan kita, mulai dari status pekerjaan dan lamanya kita bekerja, pendapatan bulanan dan pinjaman lain yang mungkin kita miliki.
Untuk itu kita harus bisa mengukur kemampuan apakah bisa mengembalikan sejumlah uang yang kita pinjam dalam waktu yang sudah ditentukan atau tidak. Jika kebutuhan kita sedikit tetapi ditawari jumlah yang lebih, sebaiknya jangan mengambil semuanya. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan.
2. Bunga pinjaman
Bunga pinjaman bervariasi, tergantung dari kreditur dan jenis pinjamannya, selain faktor-faktor yang terkait dengan kredibilitas kita sendiri. Jadi sangat penting bahwa kita secara pribadi mengetahui tingkat suku bunga dari pinjaman yang diajukan.
Ingat tingkat suku bunga ini akan berdampak pada cicilan per bulan. Sebagai tambahan, kita juga harus memahami bagaimana bunga dihitung.
Sebelum menandatangani kesepakatan, minta penjelasan rinci tentang perhitungan suku bunga, berapa banyak jumlah uang yang didapat, dan bagaimana keduanya berubah jika kita mengubah pembayaran dan pinjaman jangka bulanan. Singkatnya, jangan menerima semuanya apa adanya. Umumnya, meminjam uang dari bank bisa sangat mahal.
3. Biaya lainnya
Bukan hanya bunga saja yang membuat pinjaman bisa menjadi mahal, tapi terkadang bank mengenakan biaya-biaya lainnya. Mulai dari administrasi, penalti, potongan dan sebagainya. Kita harus tahu secara detail tentang semua biaya-biaya yang muncul saat meminjam uang dari bank.
Biaya lain yang mungkin tidak dijabarkan di awal tetapi akan muncul saat keadaan menjadi kacau adalah denda dan konsekuensi karena tidak mampu melunasi atau default.
Meski kita tak berharap itu terjadi, tetapi kita harus tahu prosedur yang benar jika benar-benar tidak bisa melunasi pinjaman, termasuk biaya dan konsekuensi lainnya yang mungkin belum tercantum dalam perjanjian.
Jika memakai sistem auto-debet dalam membayar cicilan, usahakan jatuh tempo pembayaran beberapa hari setelah menerima gaji. Hal ini mencegah jika satu saat gaji terlambat dibayarkan oleh tempat kita bekerja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya