Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Tiga Indeks Syariah Malah "tiarap".
Dream - Penguatan indeks saham syariah akhirnya harus terhenti. Tiga indek acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendekam sepanjang hari di zona negatif akibat aksi ambil untung pemodal lokal.
Pelemahan ini terjadi di saat pemodal asing justru ramai-ramai masuk ke lantai bursa. Aksi beli asing meningkat cukup tajam.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 31 Juli 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), merosot 3,949 poin (2,19%) ke level 176,751. ISSI sejak pertama kali dibuka memerah di level 179,918 dan menyentuh titik terendah di 176,513.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut merosot tajam 21,927 poin (3,24%) ke level 655,044. Begitu pula dengan Indeks JII70 yang terpangkas sampai 6,905 poin (3,06%) ke level 218,836.
Maraknya aksi jual beli pemodal membuat transaksi perdagangan saham syariah naik tinggi. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, ISSI mencatat niali perdagangan senilai Rp6,53 triliun dari 68,52 miliar lembar saham yang beralih tangan.
Ramainya aksi jual pemodal lokal juga menghempaskan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru kembali ke level 6.000. IHSG ditutup melemah 91,493 poin (1,52%) ke level 5.936,44.
`Biang keladi` lesunya kinerja perdagangan adalah terjunnya saham-saham di sektor infrastruktur yang indeksnya merosot 4,82 persen, diikuti oleh pertambangan 2,72 persen, dan properti 2,20 persen.
Penguatan indeks industri aneka sebesar 0,30 persen tak cukup kuat menahan pelemahan perdagangan.
Banyak investor melepas saham ITMG sehingga harganya ambles Rp1.525. Penurunan ini juga diikuti oleh LPPF yang harga sahamnya merosot Rp1.475, UNVR Rp850, INTP Rp775, dan UNTR Rp675.
Sementara yang menjadi top gainer kali ini adalah PTBA yang harga sahamnya naik Rp120, INDF Rp75, ASII Rp50, SCMA Rp20, dan WSBP Rp8.
Bagaimana dengan rupiah? Nilai tukar rupiah menguat 9 poin (0,06%) ke level Rp14.402 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya