Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Mendekam Di Zona Merah.
Dream - Sentimen eskternal negatif dari luar negeri menggiring indeks acuan saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mendekam di zona merah. Transaksi ramai di lantai bursa dipenuhi dengan aksi jual investor termasuk pemodal asing.
Tiga indeks acuan saham syariah bergerak melemah sepanjang perdagangan harian BEI, Selasa, 17 Juli 2018.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,552 poin (0,31%) ke level 174,951. Indeks ISSI terus melemah setelah dibuka memerah di level 175,233. ISSI sempat menyentuh level terendah di 174,355.
Dengan lebih dari separuh bluechips syariah yang bergerak melemah, dua indeks acuan keping biru syariah ditutup melemah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) merosot 3,419 poin (0,52%) ke level 657,716 poin.
Sementara indeks JII70 juga terkoreksi 0,999 poin (0,46%) ke level 217,815.
Transaksi perdagangan saham syariah memang meningkat signifikan. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, sebanyak 52,79 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi meningkat menjadi Rp5,54 triliun.
Pemodal asing mempertahankan posisi jualnya dengan nett sell relatif stagnan. Aksi jual asing mencapai Rp60,08 miliar.
Indeks sektoral sebagian besar bergerak melemah dengan pelemahan terdalam dialami sektor keuangan sebesar 1,53 persen. Disusul barang konsumsi yang turun 0,90 persen, industri aneka 0,82 persen, dan manufaktur 0,85 persen.
Penguatan pada sektor properti sebesar 0,87 persen, infrastruktur 0,49 persen, dan pertanian 0,09 persen tidak bisa menopang pelemahan kinerja perdagangan.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harganya terangkat Rp500, WsKT Rp185, PTBA Rp140, WIKA Rp120, dan PTPP Rp120.
Sebaliknya, indeks UNTR terkoreksi Rp500, UNVR Rp350, INTP Rp300, TPIA Rp175, dan ICBP Rp150.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Dolar AS kembali menembus level Rp14.400. Ketika perdagangan ditutup, kurs rupiah melemah 9 poin (0,06%) ke level Rp14.403 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya