Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (Antarafoto.com)
Dream - Bursa saham syariah bergerak menguat disokong sentimen positif dari dalam negeri. Aksi beli pun membanjiri lantai bursa.
Paket kebijakan ekonomi XI yang dikeluarkan pemerintah tampaknya menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 30 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,715 poin ke level 154,615.
Penguatan juga dibukukan indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 4.151 poin ke level 649,152.
Laju positif indeks syariah belum terbendung hingga perdagangan pukul 09.30 WIB. ISSI tercatat semakin menanjak 1,216 poin (0,79%) ke level 155,116. Sedangkan indeks JII naik 5,298 poin (0,82%) ke level 650,299.
Sebagian besar indeks sektoral di jam yang sama bergerak menguat. Dipimpin emiten industri aneka 1,26 persen, pertambangan 1,12 persen, dan infrastruktur 0,96 persen.
Sementara dua indeks sektoral yang bergerak turun adalah barang konsumsi sebesar 0,48 persen dan manufaktur 0,01 persen.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini sudah mencapai Rp 624,62 miliar dengan 6,23 miliar saham yang berpindahtangan.
Sebanyak 107 emiten saham syariah sudah mulai bergerak menguat namun 22 lainnya masih tertekan aksi jual.
Selain sentimen lokal, pelaku pasar juga terpicu melakukan aksi beli setelah bursa regional bergera menguat. Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite saat ini menguat 1,64 persen dan 1,67 persen.
Kabar baik juga hadir dari aksi beli investor asing. Pagi ini asing membukukan nett buy sekitar Rp 38,86 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah pagi ini bergerak menguat. Dolar AS memang tengah melemah terhadap sebagian besar mata uang negara lain di dunia.
Pagi ini rupiah mengaut 60 poin (0,45%) e level 13.335 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya