Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pendaftaran BPJS Kesehatan
Dream - Kurang dari setahun program pemberian jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berjalan, sudah 131,5 juta penduduk Indonesia yang mengikuti asuransi kesehatan ini.
Sejak diluncurkan secara resmi oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Januari lalu, BPJS mencatat ada 131,5 juta warga yang terdaftar. Angka ini jauh melampaui target yang ditetapkan di awal program.
" Sebenarnya di awal sosialisasi target peserta hanya 600 ribu dan total peserta hingga akhir tahun 2014 mencapai 121,6 juta. Tapi ternyata jumlah tersebut jauh melampaui target," kata Ikhsan, Kepala Group Komunikasi & Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan di acara Media Gathering BPJS Kesehatan di Bandung, Jumat 5 Desember 2014.
Ikhsan menyebut target peserta BPJS Kesehatan di awal sosialisasi hanya 7 juta warga yang mendaftarkan diri. Jumlah tersebut bukan hanya sekadar pencapaian, mengingat ada target lebih besar yang harus dicapai di tahun 2019.
Direktur Utama BPJS Fahmi Idris menyebut jumlah peserta asuransi kesehatan terus bertambah setiap minggunya. Penambahan jumlah peserta tidak terlepas dari penguatan infrastruktur dan isu terkait dengan jumlah pasokan atau biaya yang harus dibayarkan masyarakat.
" Stigma yang harus ditanamkan ke masyarakat sekarang mendaftar itu bukan sekadar pakai manfaatnya pas sakit tapi nggak bayar atau mendaftar di saat sehat," ucap Fahmi.
Sistem BPJS Kesehatan sebut Fahmi lebih menekankan pada pendekatan gotong royong. Artinya, warga yang sehat membantu yang sakit, warga mampu secara materi membantu yang tidak mampu, dan golongan muda membantu para kaum tua.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya