Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiongkok-Pakistan Menggunakan Pembiayaan Syariah Untuk Mendanai Proyek Infrastruktur.
Dream – Tiongkok-Pakistan, lewat China-Pakistan Economic Corridor (CPEC), berencana menggunakan sistem keuangan syariah, terutama sukuk, untuk membiayai proyek infrastruktur. Proyek-proyek infrastruktur ini diprediksi menelan biaya di atas Rp500 triliun.
Dilansir dari Gulf Times, Kamis 12 Januari 2017, sukuk akan digunakan untuk membiayai proyek infrastuktur, seperti rel kereta api, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik dari Pakistan hingga perbatasan Tiongkok.
CPEC memprediksi investasi yang dibutuhkan untuk membangun proyek infrastruktur dan energi ini mencapai US$45 miliar (Rp598,26 triliun) hingga 2030.
Menteri Keuangan Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan Pakistan ingin pembiayaan syariah menjadi pembiayaan utama bagi infrastruktur dan proyek jangka panjang lainnya. Bahkan, pemerintahnya mengalokasikan 20-40 persen sumber pembiayaan negara berasal dari pembiayaan syariah, termasuk untuk pembiayaan CPEC. Sisanya berasal dari pinjaman dari Tiongkok, Asian Development Bank, dan Asian Infrastructure Investment Bank (AAIB).
Dua bank ini pun mempertimbangkan memberikan pembiayaan dalam skema syariah, misalnya pembiayaan untuk proyek pembangkit listrik batubara yang senilai US$1,9 miliar (Rp25,26 triliun).
Pembiayaan di CPEC ini fokus pada pembangunan infrastruktur di empat area, terutama pembangunan pelabuhan di Gwadar, proyek energi, jalan, rel kereta api dan komunikasi, serta industri. Saat ini, proyek CPEC yang telah diimplementasi sebesar US$18 miliar (Rp239,3 triliun) dan yang masih dalam pipeline sebesar US$17 miliar (Rp226,01 triliun).(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya