Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Foto: Shutterstock.com
Dream - Kegiatan sehari-hari rupanya berdampak pada kerajinan perempuan untuk menjaga organ intimnya.
Meski terletak di dalam, namun organ intim kewanitaan harus terus dijaga kebersihannya agar tidak lembab yang bisa mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab keputihan dan penyakit kelamin lainnya.
Berikut ini tips-tips yang aman untuk menjaganya.
" Gunakanlah celana dalam katun, yang menyerap keringat. Harus diganti minimal 3 kali sehari, pagi, siang, dan malam. Jika tidak sempat ganti celana dalam, bisa gunakan panty liner," jelas Rino Bonti H Shanti, dokter spesialis kandungan dan kebidanan RS Bunda dan RS Hermina Jakarta di Senopati, Jakarta Selatan, Senin, 16 Oktober 2017.
Panty liner itu sendiri, menurut Bonti, hanya sebagai alternatif saja. Tak bisa sembarangan, pemilihan panty liner pun harus diperhatikan pula, seperti mencari bahan yang terbuat dari katun.
" Jadi panty liner-nya bukan yang plastik ya. Harus diganti secara rutin setiap 3-4 kali sehari," imbuh Bonti.
Untuk pembalut, menurut Bonti, sebaiknya pilih pembalut yang juga berbahan dasar katun.
" Pembalut yang bagus itu sih yang bahannya lembut benar-benar katun, karena banyak yang berbahan kimia, pakai pemutih atau dia ada plastiknya jadi suka iritasi. Tapi harganya agak lebih mahal karena bahannya bagus dan tidak dijual di pasaran," jelas Bonti.
Jika kesulitan mencari pembalut itu, saran dia, pilihlan pembalut yang ada di pasaran yang cocok dan tidak menimbulkan iritasi di kulit. Tapi tetap saja tidak boleh yang wangi.
" Kalau saya tidak nyaranin pembalut wangi, mending yang biasa aja. Jangan pakai pewangi karena ada zat-zat kimianya," tambah Bonti. (ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
