CONNECT WITH US!

Jantung Sering Berdebar Tak Karuan, Waspada Stroke Berat!

Reporter : Mutia | Kamis, 12 Oktober 2017 06:15
Periksa Nadi Sendiri (Foto: Shutterstock)
Gaya hidup tak sehata sangat berpengaruh pada kondisi jantung jangka panjang.

Dream - Stroke termasuk penyakit kardiovaskular yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian mendadak. Pemicunya bisa banyak hal, salah satunya adalah Fibrilasi Atrium (FA).

Kondisi FA ini merupakan kelainan pada ritme detak jantung yang diakibatkan oleh gangguan listrik di jantung.

Gangguan FA terjadi ketika sumber listrik yang berlebihan datang dari serambi jantung, terutama di bagian kiri yang memiliki empat vena pulmonaris. Frekuensi listrik yang berlebihan
menyebabkan terjadinya turbulensi darah di dalam jantung. Hal tersebut mengakibatkan sensasi berdebar yang tidak beraturan pada jantung.

Bila dibiarkan, darah dapat berhenti dan menggumpal di bagian kuping jantung yang terdapat di serambi kiri. Apabila terlepas, gumpalan ini akan masuk ke bilik kiri dan diteruskan ke otak
sehingga menyebabkan stroke. Inilah mengapa, penderita FA berisiko lima kali lebih tinggi terserang stroke.

" Gangguan tersebut memang banyak menyerang pada usia lanjut, tapi mereka yang berada di usia produktif di bawah 60 tahun juga berisiko terkena FA. Gaya hidup yang tidak sehat
semakin memperkuat kemungkinan terjadinya FA," ungkap Yoga Yuniadi, selaku Guru Besar Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di
Palmerah, Jakarta Barat, Rabu, 11 Oktober 2017.

FA ditandai dengan gejala irama detak jantung yang tidak teratur, cepat lelah, nyeri dada, sering buang air kecil, pusing, rasa mengambang dan berputar hingga memungkinkan untuk
pingsan. Untuk deteksi awal, penting melakukan MENARI (Meraba Nadi Sendiri) secara teratur.

Caranya, tempelkan 2-3 jari pada pergelangan tangan Anda, dan cari denyut nadi pada lekukan di antara tendon. Denyut normal manusia berkisar antara 60-85 per menitnya.

Apabila ritme jantung berdetak terlalu cepat dan seringkali berhenti mendadak, Anda harus segera melakukan konsultasi ke dokter. Rumah sakit menyediakan alat deteksi lebih lanjut
seperti Elektrokardiografi (EKG) dan perekam monitor Holter.

Sangat dianjurkan untuk MENARI setiap pagi dengan diikuti oleh gaya hidup sehat. Pilih makanan rendah lemak dan garam, perbayak sayur dan buah-buahan, lakukan olahraga teratur, serta kurangi merokok.

(Sah/Laporan Annisa Mutiara)

 

 

Afif Kalla Menikah - Raditya Dika Lamaran