Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kampanye Kesadaran Fibrilasi Atrium Di Jakarta (Foto: Annisa Mutiara/ Dream)
Dream - Gangguan detak jantung (fibrilasi atrium/ FA) jadi salah satu masalah jantung yang sering tak disadari. Efeknya jika tak tertangani dengan tepat, bisa berupa stroke ringan, berat hingga kematian mendadak.
Untuk mengetahui kondisi FA, memang harus dilakukan pemeriksaan rekam jantung oleh dokter spesialis jantung. Namun sebagai langkah awal, Anda bisa melakukan deteksi dini di rumah.
Sebuah gerakan Meraba Nadi Sendiri (Menari) digagas Indonesia Heart Rhythm Society (InaHRS) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia cabang Jakarta (PERKI Jaya) sebagai bagian dari kampanye kesadara Fibrilasi Atrium (FA) 2017.
" Artial Fibrillation Campaign (AFC) adalah acara internasional yang diselenggarakan dalam rangka meningkaan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi FA. Penting adanya sosialisasi mengenai kesehatan jantung dan deteksi dini FA kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan menurunkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular," ujar Agung Fabian Chandranegara, selaku Ketua II Panitia Kampanye FA 2017 di kawasan Palmerah, 11 Oktober 2017.
Kampanye FA tahun ini berfokus pada edukasi mengenai gerakan Meraba Nadi Sendiri (Menari). Dengan " Menari" , kelainan detak jantung akan terdeteksi sejak awal sehingga pasien dapat dengan segera melakukan konsultasi ke dokter sebelum terlambat.
Caranya sangat mudah dan sederhana. Hanya dengan menempelkan 2-3 jari di pergelangan tangan, Anda dapat merasakan ritme detak jantung. Gejala FA ditandai dengan denyut nadi yang tidak teratur. Terkadang, nadi berdenyut cepat seperti drum, hingga sesekali berhenti berdenyut selama 3-6 detik.

(Cara meraba nadi sendiri/ Shutterstock)
Jika dirasa detak jantung tak stabil dan berubah-ubah, segera konsultasikan dengan dokter. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan rekam jantung untuk mengetahui secara detail grafik detak jantung Anda.
FA sendiri terjadi akibat gangguan listrik pada serambi jantung sehingga menyebabkan detak jantung yang tidak teratur. Berdasarkan data PERKI tahun 2014, penderita FA memiliki risiko terserang stroke lima kali lebih tinggi dibanding orang tanpa FA.
(Sah/Laporan Annisa Mutiara)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan