7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(Foto: Shutterstock)
Dream - Konsumsi makanan telah menjadi bagian penting dalam menjalani hidup. Asupan makanan diubah dalam tubuh menjadi kalori yang menjadi `bahan bakar` kamu saat beraktivitas.
Tetapi jangan berlebihan ya. Mengonsumsi makanan dengan porsi yang melebih kesanggupan lambung kamu hanya akan menyebabkan perut dan seluruh tubuh sakit.
Selain kualitas makanan, waktu mengonsumi makanan juga dapat menyebabkan bahaya bagi tubuh. Sahabat Dream pasti pernah mendengar nasihat untuk tidak makan terlalu larut. Dengan kondisi lelah dan langsung menyantap makanan, biasanya kamu akan langsung tertidur begitu selesai makan.
Tahukah kamu jika kebiasaan tidur setelah makan bisa memicu bahaya untuk kesehatan. Yang paling bisa terlihat adalah obesitas. Mengonsumsi makanan sesaat sebelum tidur dapat menaikkan berat badan secara drastis.
Kondisi ini terjadi karena `bahan bakar' yang masuk ke dalam tubuh tak mengalami pembakaran. Akhirnya bahan bakar itu berubah menjadi lemak.

Selain bahaya berat badan, mengonsumsi makanan sebelum tidur juga memicu diabetes dan gejala penyakit jantung.
Diabetes merupakan efek domino dari penumpukan lemak di dalam tubuh. Sementara gejala penyakit jantung muncul karena resiko penyumbatan bagian pembuluh darah.
Agar penyakit tersebut tak menghampiri, kamu perlu menghindari makanan yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat, dan glukosa. Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat misalnya sayuran dan buah-buahan.
Agar kalori dalam tubuh terjaga, kamu dapat berolahraga ringan sebelum tidur. Sebagai penyegar tubuh usai berolahraga, Larutan Penyegar Cap Badak bisa jadi minuman pilihan.
Bahan-bahan alami yang terkandung dalam Larutan Penyegar Cap Badak misalnya Gypsum Fibrosum dan Galcareus Spar dipercaya mampu menurunkan intensitas tekanan tubuh.

Produk andalan Sinde ini terjamin halal, aman, dan khasiatnya sudah dibuktikan dari generasi ke generasi untuk mengatasi sariawan hingga sembelit, serta mampu menyegarkan tubuh.
Larutan Penyegar Cap Badak tersedia tanpa rasa dalam kemasan botol 200 mililiter dan 500 mililiter. Sedangkan kemasan kaleng 320 mililiter mempunyai tujuh varian rasa buah segar, jeruk, stroberi, melon, leci, jambu, anggur dan apel.
Rasakan kesegarannya di sini, yuk Sahabat Dream!
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?