Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Sportskeeda.com)
Dream – Siapa mengira jika seorang superstar olahraga ternyata bisa depresi? Tapi itulah yang terjadi. Untungnya, ia tak malu meminta bantuan untuk bisa segera keluar dari penyakit mental itu.
Perjuangan untuk keluar dari perasaan negatif ini sangat berat, sampai ia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Begitu disampaikan oleh Michael Phelps dalam sebuah acara yang digelar untuk memperingati National Children’s Mental Health Awareness Day.
Untungnya Phelps segera mendapatkan bantuan professional hingga akhirnya ia bisa bebas dari penyakit mental depresi. Menurut Phelps pelajaran yang dapat ia ambil dari pengalamannya adalah jangan malu untuk meminta tolong.

“ Ada saatnya kita meminta bantuan, saya mendorong siapapun untuk meminta bantuan,” ujarnya.
Depresi bukan perasaan stres atau sedih biasa, tapi perasaan tidak bahagia dan tak punya harapan. Gangguan ini bisa berlangsung setidaknya dua minggu dan bisa mengganggu fungsi sosial dan kegiatan sehari-hari penderitanya.
Depresi di Amerika menyerang 6,1 persen orang dewasa setiap tahunnya. Sementara di Indonesia sendiri menurut data Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, ada sekitar enam persen atau 16 juta jiwa warga yang mengalami gangguan mental emosional.
Bisa diobati!
Jangan ragu untuk berobat jika Anda mengalami depresi. Kini konseling atau pengobatan untuk penyakit depresi telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga gratis.
Peran serta masyarakat juga diperlukan untuk lebih peka mengenali tanda-tanda depresi pada orang sekitarnya.

Untuk mencegah jatuh ke dalam lubang depresi, biasakan untuk tidak memendam perasaan. Miliki orang yang dipercaya untuk menjadi tempat curahan hati juga bisa menjadi salah satu cara yang efektif.
Tak lupa pasrah dan percaya bahwa segala sesuatu di atas bumi terjadi atas ijin Allah SWT.
Sebagai tambahan, pilih alat bantu kesehatan yang dapat membantu penggunanya untuk mengendalikan emosi. Seperti kalung dan gelang Ginsamyong Jade Powder.

Terbuat dari serbuk batu giok Korea yang memberikan empat manfaat terapi untuk kesehatan pemakainya. Salah satunya, energi dalam batu giok sudah lama dikenal bisa menstimulasi tubuh memproduksi hormon endorfin atau hormon anti stress sehingga penggunanya lebih mudah mengendalikan emosi.
Tiga manfaat lainnya adalah…klik di sini.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya