Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah studi terbaru di Amerika Serikat menyebutkan dengan berhenti merokok, seseorang dapat memperbaiki kesehatan mentalnya.
Para peneliti menganalisis 4.800 perokok yang dilakukan secara bertahap. Hasil penelitian menunjukan seseorang yang memiliki kebiasaan merokok kerap mengalami gangguan mental.
" Dalam survei pertama diketahui seorang pecandu rokok memiliki masalah kesehatan mental," kata para peneliti dari Washington University School of Medicine di St Louis dikutip Health, Minggu 15 Maret 2015.
Survei pertama menemukan bahwa 40 persen dari peserta memiliki suasana hati atau gangguan kecemasan, 50 persen memiliki masalah alkohol dan 24 persen memiliki masalah narkoba.
Survei kedua para peneliti menganalisis relawan yang berhenti merokok dan ditemukan bahwa orang yang berhenti merokok memiliki gangguan mood lebih rendah dari yang masih merokok.
" Orang yang berhenti merokok akan mengalami gangguan mood hanya 29 persen sedangkan perokok mengalami gangguan mood sebanyak 42 persen," demikian hasil studi yang dirilis secara online 11 Februari dalam jurnal Psychological Medicine .
" Ketika mengobati orang-orang dengan gangguan kesehatan mental, dokter mungkin mengabaikan kebiasaan merokok pasien mereka. Padahal hal tersebut memiliki kaitan," kata Asisten Profesor Psikiatri dan Peneliti Utama, Patricia Cavazos Rehg.
Temuan para peneliti ini dikatakan Patricia menunjukan adanya hubungan yang kuat antara berhenti merokok dengan kesehatan mental yang lebih baik.
" Kami benar-benar perlu menyebarkan berita dan mendorong dokter dan pasien untuk mengatasi masalah ini. Ketika seorang pasien perokok yang ingin fokus pada masalah kesehatan mental lainnya, mulailah berhenti merokok," kata Patricia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya