Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Ilustrasi (Huffingtonpost)
Dream - Kita semua merasa terganggu dengan suara bising. Namun jika itu benar-benar mengganggu, kemungkinan Anda adalah seorang yang jenius. Artinya para jenius tidak tahan terhadap bising dan memilih untuk mencari suasana tenang dalam berkarya.
Menjadi terlalu sensitif terhadap suara bisa menjadi kunci kreativitas para jenius seperti Charles Darwin dan Franz Kafka.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Neuropsychologia dikutip Daily Mail, Kamis 11 Maret 2015, mengungkapkan keduanya diketahui sebagai ilmuwan yang paling tidak tahan terhadap suara bising.
Para ahli psikologi kini yakin bahwa ketidakmampuan menyaring informasi sensorik yang tidak diinginkan dapat dikaitkan dengan kreativitas.
Penulis terkenal Perancis Marcel Proust adalah salah satu tokoh yang sering menggunakan penutup telinga saat berbaring di tempat tidurnya untuk mencari ilham.
Tidak hanya itu, dia akan melapisi dinding kamarnya dengan gabus untuk meredam suara dari luar kamar saat sedang berkarya.
Dan Kafka pernah berkata: " Saya butuh kesendirian untuk tulisan saya; tidak 'seperti pertapa' karena itu tidak akan cukup. Tapi seperti orang mati."
Darwin dan penulis Anton Chekhov juga dikenal suka mengeluh tentang bagaimana sulitnya mereka dalam menyaring kebisingan.
Baru-baru ini para ilmuwan di Northwestern University, Illinois, menguji 100 orang tentang kemampuan mereka mencari solusi yang jujur dan menemukan hubungan yang kuat antara ketidakmampuan menyaring audio yang tidak relevan, biasa disebut kebocoran sensory gating, dan kreativitas.
Dalam tes tersebut mereka diberikan solusi hingga skenario. Mereka dihadapkan pada tantangan memberikan jawaban yang jujur sebanyak-banyaknya. Cara tersebut dirancang untuk mengukur tingkat kreatif nyata yang dicapai.
Hasil penelitian juga menyebutkan, mereka yang mengalami penderitaan (sulit menyaring informasi sensorik) mungkin merasa lebih mudah untuk berpikir kreatif karena mereka dapat fokus pada berbagai hal secara bersamaan.
" Jika disalurkan ke arah yang benar, kepekaan ini bisa membuat hidup lebih kaya dan bermakna, memberikan pengalaman yang lebih pada ketajaman otak," kata Darya Zabelina, mahasiswa Ph.D psikologi di Northwestern University.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?