Bio Farma Ajukan Sertifikasi Halal Sejak 2016

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 9 Februari 2018 06:15
Bio Farma Ajukan Sertifikasi Halal Sejak 2016
Bio Farma mendaftarkan vaksin buatannya secara bertahap.

Dream - PT Bio Farma berupaya mendaftarkan produk vaksin buatannya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak 2016. Setelah mendapatkan sertifikasi halal, Bio Farma baru mengajukan proses registrasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

" Kami utamakan dari sisi bahwa vaksin sudah baik terlebih dahulu, baru kemudian registrasi ke BPOM. Setelah itu, kita sudah berkomitmen untuk registrasi ke MUI," kata Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinis Bio Farma dr. Novilia Bachtiar di Cirebon, Rabu, 7 Februari 2018.

Selama menjalankan proses pengurusan sertifikasi halal atas produk vaksinnya, Bio Farma mendapat banyak saran perbaikan dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Novilia mengatakan saran inilah yang menyebabkan perubahan sistem vaksin cukup lama.

" Sudah ada simulasi audit dari LPPOM MUI, ada dua ahli yang datang dan memberi perbaikan. Selanjutnya tidak mudah, karena seluruh sistem mulai dari raw material hingga distribution product harus dipastikan halal," ujar dia.

Novilia menuturkan proses registrasi harus dibuat secara bertahap. Saat ini, produk pertama yang sudah diregistrasi adalah vaksin Bacille Calmette-Guérin (BCG) untuk pencegahan tuberkulosis. Sertifikat halal untuk vaksin ini akan terbit dalam beberapa waktu ke depan.

" BCG sudah ijab qabul," kata dia.

Setelah mendapatkan satu lisensi halal, Bio Farma berencana kembali mendaftarkan produk vaksinnya yang lain. Semua dijalankan secara bertahap.

" Tidak bisa sekaligus, harus satu-persatu. Setelah ini pembayaran, lalu upload lagi ke produk yang lainnya," ujar dia.

(Sah/Laporan: Annisa Mutiara Asharini)

 

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham