Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Paparan sinar matahari tidak hanya berbahaya bagi kulit, tapi juga pada mata. Sinar matahari atau ultraviolet (UV) bisa menyebabkan masalah pada mata, baik ringan maupun kronis.
" Ada beberapa jenis penyakit akibat sinar UV. Pterigyum dan Pinguekula adalah penyakit pada konjungtiva. Photokeratitis dan keratopati pada kornea. Katarak pada lensa dan degenerasi makula pada retina," ujar Astrianda Suryono, dokter spesialis mata di The Morissey, Jakarta Pusat, Rabu 19 September 2018.
Dampak negatif sinar UV memang tidak dirasakan secara langsung. Butuh bertahun-tahun muncul dampak buruknya pada penglihatan.
" Biasanya, katarak dialami oleh orang berusia 60 tahun. Sedangkan degenerasi makula diderita oleh orang berusia di atas 65 tahun," jelas Astrianda.
Umumnya, pengidap penyakit mata akibat paparan sinar UV, baru menyadari ketika sudah kronis. Untuk itu deteksi dini kesehatan mata sangat penting demi menjaga kualitas penglihatan.
" Sangat penting untuk mendeteksi dini penyakit mata. Terutama pada anak-anak karena lensanya belum punya proteksi alami. Apalagi, jika memiliki keturunan penyakit mata," ungkap dr. Astrianda.

Dampak sinar UV akan lebih berbahaya jika diperparah dengan adanya cedera yang berakibat pada kesehatan mata maupun gaya hidup tidak sehat seperti merokok.
" Banyak menghabiskan waktu di luar ruangan dan sering merokok bisa mengakibatkan katarak, yang merupakan penyakit utama penyebab kebutaan," tuturnya.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak buruk sinar UV pada mata adalah mendeteksi penyakit mata sedini mungkin. Memakai kacamata dengan UV Protection, menjalani pola hidup sehat dan mengonsumsi multivitamin.

" Dulu, vitamin A diklaim menjadi nutrisi utama untuk kesehatan mata, karena banyak orang yang mengidap trachoma (defisiensi vitamin A). Dan ada juga yang bilang vitamin C. Tapi, sebenarnya kita butuh multivitamin untuk melawannya," pesan Astri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya