Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Demam yang berkelanjutan pada tubuh tidak bisa dianggap sepele. Sebab, kondisi itu bisa jadi merupakan dampak dari hipertemia.
Apa sih hipertemia itu?
Menurut laman heathline, hipertermia berbeda dengan demam. Hipertermia terjadi ketika sistem pengaturan panas tubuh tidak mampu menyesuaikan kondisi panas di lingkungan sekitar, bukan karena infeksi bakteri atau virus.
Seseorang dapat disebut mengalami hipertermia jika suhu tubuhnya mencapai 40 derajat Celcius. Tiga derajat di atas suhu normal tubuh manusia.
Ada beberapa tingkat keparahan hipertermia. Yang paling rendah bernama 'heat stress'. Kondisi ini terjadi ketika panas tubuh tak juga turun meski sudah berkeringat. Heat stress dapat menyebabkan komplikasi serius jika tak segera ditangani dokter.
![]()
Tingkatan berikutnya adalah 'heat fatigue'. Kondisi ini terjadi ketika suhu yang panas membuat tubuh dan psikologis tertekan. Heat fatigue terjadi pada orang-orang yang tak terbiasa pada cuaca panas.
Yang terparah ialah 'heat exhaustion'. Kondisi ini akan membuat tubuhmu tak bisa ke suhu normal lagi.
Sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter jika kamu mengalami hipertermia.
Sahabat Dream, tentu tak mau gejala-gejala hipotermia. Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan tentu lebih baik.
Selain demam hipotermi, kamu pasti tahu juga tentang panas dalam. Gejala ini memang sangat berbeda dengan hipertermia. Namun bisa sangat mengganggu aktivitas kamu sehari-hari.
Panas Dalam (heatiness), adalah suatu keadaan dimana tubuh mengalami panas yang berlebihan terutama di sistem pencernaan. Panas dalam bisa disebabkan oleh tidak seimbangnya makanan yang bersifat panas dan dingin
Panas Dalam dapat disebabkan karena kekurangan vitamin, kekurangan serat, kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), memakan makanan yang bersifat panas dan berlemak seperti gorengan, atau bahkan karena cuaca panas.
Gejala panas dalam bisa disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor emosional seperti stress

Jika kondisi panas tubuh mulai terlihat tak normal, kamu dapat meminum Larutan Penyegar Cap Badak. Sebab, dalam minuman ini terbuat dari bahan-bahan alami Gypsum Fibrosum dan Galcareus Spar yang dapat mengobati gejala panas dan demam.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?