Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Raymond R. Tjandrawinata, Saat Mendapat Penghargaan WIPO Award 2018 (Foto: Setwapres)
Dream - Raymond R. Tjandrawinata, MBA, Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica, mendapat World Intellectual-Property Organization (WIPO) Award 2018 untuk kategori WIPO Medal for Inventor pada Kamis, 26 April 2018.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden HM Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, didampingi Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan kemajuan suatu negara tidak lepas dari kontribusi kreativitas dan inovasi masyarakat dan ilmuwan.
" Maka dari itu inovasi dan kreativitas yang diciptakan oleh masyarakat harus dijaga dengan baik," kata Jusuf Kalla
WIPO Award yang diberikan merupakan penghargaan yang diberikan sebagai apresiasi kepada kreator, inventor, inovator dan penggiat kekayaan intelektual.
Penghargaan WIPO Award 2018 untuk kategori Medal for Inventor khusus diberikan kepada Raymond R Tjandrawinata.
Penghargaan diberikan karena Raymond dinilai sebagai sosok inventor yang sebagian besar kiprahnya fokus dalam meneliti dan mengembangkan obat-obatan, yang berbasis sumber daya alam Indonesia, seperti tanaman herbal, hewan, dan tanah.
Paten yang dihasilkan dari inventornya terdaftar di beberapa negara termasuk di Indonesia. Dari 66 paten yang dihasilkan, sebanyak 64 paten berasal dari DLBS PT Dexa Medica dan dua paten berasal dari Dexa Development Center (DDC) PT Dexa Medica.
Paten-paten tersebut, ada yang atas nama Raymond R Tjandrawinata dan juga ada yang atas nama tim peneliti yang dipimpinnya. Paten diserahkan kepada PT Dexa Medica untuk kemudian diproduksi menjadi obat herbal hanya dari tanaman asli Indonesia.
" Dengan penghargaan ini, saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus memberikan kepercayaannya kepada saya melalui DLBS. Ini merupakan sebuah penghargaan dan juga pengakuan kepada para industrial saintis nasional,” kata Raymond. (ism)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
