Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Cuci Tangan Dengan Sabun (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi tubuh sangat bergantung pada cara kita merawat kesehatan tangan. Sudah diketahui jika banyak penyakit yang mudah menular karena kebersihan tangan yang tidak dijaga.
Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas sebaiknya dijadikan kebiasaan sehari-hari. Jika tak sempat atau sulit mengakses air, hand sanitizer bisa jadi andalan.
Baik sabun maupun hand sanitizer memang memiliki manfaat yang sama, yaitu membersihkan kuman di tangan. Tapi menurut dr. Wani Devita Gunardi ahli mikrobiologi klinis, yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) pemakaian keduanya harus disesuaikan kondisi.
" Jika kotoran pada tangan atau tubuh dapat dilihat dengan kasat mata, tangan penuh tanah misalnya, sebaiknya gunakan air dan sabun. Jika kotoran tidak terlihat, misalnya setelah bersalaman atau hendak ingin makan, bisa menggunakan tisu basah dan hand sanitizer," ungkap dr. Wani dalam acara Indonesia Hygiene Forum di Thamrin Nine, Jakarta, Senin 23 April 2018.
Ia juga menjelaskan idealnya waktu mencuci tangan ialah 10 hingga 20 detik. Selain itu, perlu diperhatikan pula bagaimana mencuci tangan dengan benar.
" Saat mencuci tangan, jangan lupa bersihkan bagian telapak dan punggung tangan, ruas jari, bagian jempol jangan tertinggal, dan kuku," ungkapnya.
Indonesia Hygiene Forum

Kesadaran masyarakat Indonesia terkait masalah kesehatan masih sangat rendah. Data Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa hanya 20 persen dari total masyarakat Indonesia yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan.
Rendahnya kepedulian tersebut merupakan salah satu permasalahan penting yang perlu segera ditangani. Untuk mengatasi masalah tersebut, Unilever sebagai sebuah brand membentuk sebuah wadah kolaborasi bernama (IHF) yang merupakan perwujudan Unilever Sustainable Living Program (USLP).
" Salah satu tujuan dari USLP adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan satu miliar orang pada tahun 2020. Dibentuknya IHF ini menjadi wujud nyata kami untuk mencapai tujuan," ujar Hemant Bakshi, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk.
(Sah/Laporan Dina Nazhifah)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
