Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Hamil (Travel Clinic)
Dream - Bagi Sahabat Dream yang hobi jalan-jalan, pasti kehamilan bukan jadi masalah besar. Meski harus melakukan banyak penyesuaian, traveling saat hamil bisa mengurangi stres dan membuat proses kehamilan jadi lebih menyenangkan.
Terutama bagi pasangan yang baru akan memiliki anak, traveling saat hamil semacam jadi babymoon. Menikmati waktu bersama dengan romantis sebelum disibukkan jadi orangtua.
Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya ibu hamil berkonsultasi dulu dengan dokter. Hal ini untuk mengetahui kondisi ibu dan janin secara detail apakah cukup kuat melakukan perjalanan jauh.
Lalu, lakukan survei terkait klinik atau rumah sakit di daerah tujuan yang bisa dikunjungi jika muncul masalah. Agar perjalanan terasa nyaman dan aman waspadai juga tiga hal ini.
1. Radiasi
Bagi ibu hamil yang harus naik pesawat pasti diharuskan melintasi pemeriksaan keamanan melalui detektor logam. Detektor tersebut memang menyebarkan radiasi, tapi menurut Sherry Ross, seorang dokter kandungan asal California, detektor tersebut masih cukup aman.
" Detektor yang ada di bandara masih aman untuk kondisi janin. Level radiasinya sangat rendah, tidak seperti pemeriksaan sinar X di ruang rontgen yang sangat berbahaya bagi janin," kata Ross.
Ia justru memperingatkan radiasi saat berada di pesawat yang dipancarkan matahari berupa gelombang kosmik. Menurutnya, lintas dua atau tiga negara masih aman bagi ibu hamil. Pasikan saja ibu dan janin dalam keadaan sehat.
2. Penggumpalan darah
Selama kehamilan darah menjadi lebih berkonsentrat atau sering disebut hiperkoagulasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa kondisi tersebut membuat ibu hamil berisiko empat kali lipat lebih besar mengalami penggumpalan darah atau deep vein thrombosis (DVT). Duduk diam selama berjam-jam pada suatu waktu di pesawat terbang, di mobil atau kereta, membuat risiko ini harus diwaspadai. Untuk pencegahan, ibu hamil tetap harus bergerak, melakukan peregangan serta minum banyak air putih.
3. Paparan bakteri dan virus
Risiko terkena virus di udara 100 kali lebih besar daripada ketika berada di darat. Untuk melindungi diri, jaga selalu kebersihan tangan. Bawa selalu hand sanitizer. Begitu juga produk sanitasi untuk toilet yang disemprot. Selalu semprotkan di toilet dalam pesawat atau toilet umum sebelum digunakan. Minum juga vitamin yang direkomendasikan dokter agar tubuh tetap fit selama perjalanan.
Sumber: Parents
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya