Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Kami Idea)
Dream - Untuk yang sedang menjalani program diet sebaiknya menghindari mengonsumsi kopi. Minuman ini memang kerap dijadikan pilihan saat bersantai. namun berdampak buruk untuk berat badan.
Dalam sebuah studi para peneliti Australia telah diketahui bahwa minum lebih dari lima atau enam cangkir sehari dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko sindrom metabolik, dilansir Nydailynews, Kamis 21 Mei 2015.
Sindrom metabolik merupakam faktor resiko dari bertambahnya ukuran pinggang, tekanan darah tinggi, dan kadar trigliserida tinggi, yang dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit kronis, seperti diabetes dan stroke. Kandungan polifenol dan asam klorogenat (CGA) pada kopi menghambat hilangnya lemak dan meningkatkan resistensi insulin.
" Kami mempelajari efek polifenol atau CGA yang sangat banyak ditemukan pada kopi. Tetapi CGA juga ditemukan dalam teh dan beberapa buah-buahan seperti plum," kata penulis studi Profesor Kevin Croft, dari University of Western Australia.
Para peneliti menggunakan tikus sebagai bahan penelitian. Tikus gemuk yang diberikan asupan setara dengan lima atau enam cangkir kopi perhari menunjukan adanya resistensi (penyimpanan) lemak dalam sel tubuh. Selain itu menunjukan glukosa yang berlebih dan peningkatan resistensi terhadap regulasi insulin.
Efek kopi memang tergantung dengan dosis saat mengonsumsinya. Satu atau dua cangkir mungkin masih tidak masalah, " Asupan moderat kopi, hingga tiga sampai empat cangkir sehari tampaknya masih untuk mengurangi risiko pengembangan penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Namun jika berlebih juga dapat berakibat tidak baik," kata asisten profesor Vance Matius.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya