CONNECT WITH US!

Mau Kolesterol Turun, Makan Ekstrak Bekatul!

Reporter : Maulana Kautsar | Selasa, 8 Agustus 2017 18:44
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Eits jangan langsung makan. Bekatul harus diolah dulu menjadi ekstrak yang difermentasi.

Dream - Kolesterol telah menjadi 'musuh' banyak warga dewasa. Panganan tak sehat hingga berbagai pola hidup yang teratur menjadi penyebabnya.

Tetapi, baru-baru ini mahasiswa Program Studi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM menemukan cara mengurangi kadar kolesterol dalam darah menggunakan bekatul. Inovasi dalam penelitian itu memanfaatkan ekstrak bekatul yang terfermentasi. Para peneliti menamainya 'Bear-Chol'.

Menurut salah seorang peneliti, Bira Arumndari, bekatul dipilih karena pemanfaatannya masih terbatas sebagai pakan ternak.

" Padahal, bekatul kaya dengan serat dan mikrokomponen yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh," kata Bira, kepada laman ugm.ac.id, Selasa, 8 Agustus 2017.

Bira yang meneliti bersama Mega Febia, Anggi Laksmita dan Zunamilla Khairia melihat potensi bekatul sebagai anti-hiperkolesterolemia. Dengan pemanfaatan bekatul itu, mereka berharap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Dari pengolahan bekatul dalam “ BEAR-CHOL” memiliki khasiat yang lebih maksimal serelah melalui proses fermentasi. Ekstrak “ BEAR-CHOL” yang diujicobakan pada tikus model hiperkolesterolemia menunjukkan reaksi yang positif.

“ Hasilnya BEAR-CHOL mampu memperbaiki profil lipid tikus yang diinduksi hiperkolesterolemia,” kata dia.

Pemberian ekstrak bekatul terfermentasi dosis 2205 miligram per kilogram berat badan pada tikus mampu mencegah kenaikan kadar LDL. Selain itu, juga dapat menurunkan kadar HDL pada kondisi hiperkolesterolemia mendekati kondisi sehat.

“ Untuk selanjutnya kami masih melakukan analisis terhadap kadar SCFA sekum pada tikus hiperkolesterolemia yang diberi ekstrak BEAR-CHOL,” ucap dia.

Laporan Khusus - Pertumbuhan Muslim di Benua Biru