Melihat Pelaku Pedofilia dari Kelainan Fisik

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 15 Juni 2015 10:16
Melihat Pelaku Pedofilia dari Kelainan Fisik
Sebuah penelitian kontroversial yang berpendapat, pedofilia adalah masalah biologis yang berkaitan dengan kelainan-kelainan pada fisiknya.

Dream - Pedofil lebih cenderung kidal, memiliki cuping telinga yang menggantung (non-detached earlobes) dan bentuk telinga yang tidak normal.

Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian kontroversial yang berpendapat, pedofilia adalah masalah biologis yang berkaitan dengan kelainan-kelainan pada fisiknya.

Para ilmuwan mengatakan kelainan-kelainan fisik dapat digunakan untuk mengidentifikasi pedofil sebelum mereka melakukan kejahatannya.

" Bukti-bukti terus dikumpulkan untuk mendukung dasar pengembangan saraf pelaku pedofilia," kata Fiona Dyshniku, peneliti dari University of Windsor di Kanada dikutip Dream.co.id dari Daily Mail, Senin 15 Juni 2015.

" Jika kita menemukan pedofilia yang memiliki dasar biologis sejak dari awal, bahkan saat masih janin, maka akan mempengaruhi dan mudah-mudahan meningkatkan metode pengobatan untuk kelompok ini."

Menurut Dyshniku, pedofil memiliki anomali wajah antara lain berupa cuping telinga yang menggantung, bentuk telinga yang tidak normal, atau langit-langit rongga mulut yang tinggi.

Para peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan, pedofil juga memiliki penyimpangan fisik lainnya yang dikenal sebagai Cacat Fisik Minor atau Minor Physical Anomalies (MPA).

MPA mencakup posisi telinga rendah, lidah berkerut, jari kelingking melengkung, jari kaki ketiga lebih panjang dari yang kedua dan ada jarak berlebihan antara jari kaki pertama dan kedua.

Dyshniku mengatakan, ciri-ciri tersebut berkembang selama trimester pertama dan awal trimester kedua saat bayi masih dalam kandungan.

Kelainan-kelainan tersebut tercipta dari lapisan jaringan embrio utama yang sama yang melahirkan sistem saraf pusat.

Para ilmuwan percaya bahwa kelainan-kelainan tersebut berkembang karena ibu terpapar virus, mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan, mengalami komplikasi obstetri, atau kekurangan nutrisi selama kehamilan.

Kelainan-kelainan lebih umum terjadi di kalangan pria, yang berarti bahwa otak laki-laki lebih rentan terhadap peristiwa yang mengganggu selama perkembangan janin.

" Selama bertahun-tahun, pedofilia diduga perilaku yang dipelajari pelakunya, saat pelaku mengalami pelecehan seksual sewaktu masih anak-anak," kata Rachel Fazio, salah satu ilmuwan yang ikut meneliti.

" Meskipun hal ini mungkin menjadi faktor dalam beberapa kasus, namun tidak terjadi pada mereka yang menjadi pelaku pedofilia tulen." (ism) 

Beri Komentar