Mitos Tentang Panas Dalam

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 28 November 2017 07:20
Mitos Tentang Panas Dalam
Seseorang yang mengeluh gejala ini biasanya merasakan sakit di bagian tenggorokan.

Dream - Banyak yang menyebut panas dalam merupakan penyakit. Namun, sejatinya panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit.

Dikutip laman Hello Sehat, panas dalam muncul karena kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan hingga ketidakseimbangan hormon. Di dunia medis, istilah panas dalam sebetulnya tidak ada.

Seseorang yang mengeluh gejala ini biasanya merasakan sakit di bagian tenggorokan atau bibir pecah-pecah sehingga mengalami gangguan pencernaan.

Agar gejala ini tak terulang, kamu perlu menjaga pola makan sesuai jadwal. Telat makan dapat menyebabkan gangguan pada lambung dan naiknya asam lambung hingga ke daerah dada atau tenggorokan.

Hal ini juga yang sering menyebabkan banyak orang merasa terkena gejala seperti perih serta panas terbakar di tenggorokan atau dada.

Selain menjaga pola makan, kamu juga dapat membatasi makanan yang dikonsumsi. Makanan berminyak dan memiliki tingkat kepedasan tinggi dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan.

shutterstock© dream.co.id

Peradangan itu akan menyebabkan munculnya gejala sariawan dan sakit tenggorokan.

Agar iritasi dan penyakit semacam itu tak mudah hinggap, ada baiknya kamu menjaga kondisi tubuh dengan berolahraga.

Olahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik.

Selain itu, kamu juga dapat membawa suplemen atau multivitamin yang dapat menjaga tubuh tetap bugar. Minuman yang kaya serat Gypsum Fibrosum dan Galcareus Spar di dalam Larutan Penyegar Cap Badan juga dapat mengurangi rasa sakit pada tubuhmu.

lpcb© dream.co.id

Minuman produksi Sinde ini diolah dari bahan herbal alami berteknologi Jerman. Dalam kemasan kaleng 320 ml memiliki tujuh varian rasa buah segar seperti jeruk, stroberi, melon, leci, jambu, anggur dan apel yang membuat rasanya tak pahit.

Beri Komentar