Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kesehatan menjadi hal yang sering dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Terlebih lagi kesehatan rongga mulut.
Menurut penelitian Ipsos Indonesia tahun 2011 lalu, 45% orang Indonesia cenderung merasakan ngilu pada gigi pada saat mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin atau panas. Kemudian, 52% masyarakat tidak menyadari kondisi gigi sensitif yang dideritanya.
Drg. Hardini Dyah Astuti, menyarankan sebaiknya sejak dini masyarakat mulai aktif menyadari kesensitifan giginya.

(Foto: dream.co.id/Gladys Velonia)
" Kebanyakan penderita hipersensitivitas dentin atau gigi sensitif itu berusia 20-50 tahun. Hal tersebut dapat ditangani dengan menggunakan pasta gigi khusus desensitasi dua hari sekali," tutur Hardini di Gandaria, Jakarta Selatan, Jum'at, 28 Juli 2017.
Untuk menjawab kebutuhan dari permasalahan itu, ada inovasi pasta gigi terbaru yakni teknologi NovaMin.
NovaMin sendiri merupakan senyawa bioaktif yang dapat membentuk lapisan mirip dentin alami yang tahan terhadap asam.
" NovaMin ini telah dipatenkan oleh GSK dan dimasukkan ke dalam Sensodyne Repair & Protect terbaru karena terdiri dari kalsium, sodium, fosfat, dan dilikat yang bagud menjadi penyusun struktur gigi," jelas Pawan Sud, Presiden Direktur GlaksoSmithKline indonesia. (ism)
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah