Ilustrasi
Dream - Ratusan wanita menumpahkan kekesalannya karena tertipu produk perawatan rambut. Bukannya menjadi panjang dan indah, rambut para wanita ini justru rontok bahkan beberapa diantaranya merusak kulit kepala.
Mengutip laman cnbc, Rabu, 16 Desember 2015, lebih dari 200 orang dari 40 negara bagian di AS telah mengajukan tuntutan class-action terhadap produk perawatan rambut Wen Hair Care.
Mereka juga menuntut perusahaan pengiklan besar Guthy-Renker. Dalam tuntutannya mereka mengatakan produk Wen telah memicu kebotakan, ruam, iritiasi kulit kepala, rambut pecah, dan rambut pucat.
Produk yang didesain, diproduksi, dan dijual Chaz Dean, hair stylist Hollywood dan marketer Guthy-Renker ini digambarkan sebagai alternatif pengganti sampo yang bebas kandungan belerang.
Untuk meyakinkan konsumen, perusahaan bahkan menggunakan selebritis ternama Hollywood seperti Brooke Shield, Alyssa Milani sebagai model iklannya.
Namun sejumlah wanita yang telah menggunakan produk Wen justru mengungkapkan rambut mereka menjadi rusak.
Perusahaan mengklaim sampo reguler bisa merusak kesehatan rambut. Namun dengan produknya, Wen mengaku bisa kembali menyehatkan sekaligus memperbaiki rambut hanya dengan sekali pemakaian.
Dalam tuntutannya yang didaftarkan melalui firma hukum Christiansen Davis itu, menuding bahwa produk Wen mengandung bahan aktif yang bertindak sebagai agen perusak rambut.
" Apakah itu dengan menyebabkan reaksi kimia yang merusak untai rambut dan/atau kelenjar rambut," ungkap tuntutan tersebut.
Produk Wen memeng mencetak sukses besar sejak pertama kali diluncurkan. Dilaporkan mereka berhasil mendapatkan US$ 100 juta dalam tahun kedua.
Sementara itu pihak Gunthy-Renker dalam pernyataanya mengatakan, " Tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim produk perawatan rambut kami menyebabkan seseorang menjadi botak. Ada banyak alasan mengapa seseorang bisa mengalami kerontokan dan semuanya tak terkait dengan produk Wen," katanya. (Ism)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?



Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global